Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

Sifat fisika dan sifat kimia materi

1.6. Sifat fisika dan sifat kimia materi

POSTED BY : NOPRIAWAN BERKAT ASI
#
Zat diidentifikasi dengan sifat dan komposisinya. Warna, titik leleh, dan titik didih adalah contoh sifat fisika. Sifat fisik dapat diukur dan diamati tanpa mengubah komposisi atau identitas dari suatu zat.

Sebagai contoh, kita dapat mengukur titik lebur es dengan memanaskan balok es dan merekam suhu tepat di titik es dikonversi menjadi air. Air berbeda dari es hanya dalam penampilan, tidak dalam komposisi, jadi ini adalah perubahan fisika; kita dapat membekukan air untuk mengembalikannya menjadi es lagi. Oleh karena itu, titik leleh suatu zat adalah sifat fisika. Demikian pula, ketika kita mengatakan bahwa gas helium lebih ringan dari udara, kita mengacu ke sifat fisika.

Di sisi lain, pernyataan "pembakaran gas hidrogen dengan gas oksigen menghasilkan air" menggambarkan sifat kimia hidrogen, karena untuk mengamati sifat ini kita harus melakukan perubahan kimia, dalam hal ini pembakaran. Setelah perubahan, zat kimia yang asli, gas hidrogen, akan lenyap, dan semua yang akan ditinggalkan adalah zat kimia air yang berbeda dari hidrogen ataupun oksigen. Kita tidak bisa mengembalikan hidrogen dari air dengan cara perubahan fisika, seperti mendidihkan atau membekukan.

Setiap kali kita merebus telur, kita telah membuat perubahan kimia. Ketika berada disuhu sekitar 100°C, kuning telur dan putih telur mengalami perubahan yang berubah tidak hanya penampilan fisikanya, tetapi susunan kimiawinya juga. Ketika dimakan, telur berubah lagi, oleh zat di dalam tubuh kita yang disebut enzim. Tindakan pencernaan ini adalah contoh lain dari perubahan kimia. Apa yang terjadi selama proses pencernaan tergantung pada sifat kimia dari keduanya, enzim dan makanan.

Semua sifat materi yang dapat diukur dikelompokkan menjadi dua kategori tambahan: sifat ekstensif dan sifat intensif. Nilai yang diukur dari sifat ekstensif tergantung pada seberapa banyak materi yang diukur. Massa, yang merupakan kuantitas materi dalam sampel yang diberikan dari suatu zat, adalah sifat ekstensif. Lebih banyak materi berarti lebih banyak massa. Nilai dari sifat ekstensif yang sama dapat ditambahkan bersama-sama. Sebagai contoh, dua keping tembaga akan memiliki massa gabungan yang adalah jumlah massa masing-masing keping, dan panjang dua lapangan tenis adalah jumlah panjang masing-masing lapangan tenis. Volume, didefisikan sebagai panjang kali lebar kali tinggi sebuah dadu, adalah sifat ekstensif. Nilai dari suatu kuantitas sifat ekstensif tergantung pada jumlah materi.

Nilai yang diukur dari sifat intensif tidak tergantung pada seberapa banyak materi yang diukur. Kepadatan atau kerapatan, sering disebut rapat jenis didefinisikan sebagai massa suatu benda dibagi dengan volumenya, adalah sifat intensif. Temperatur juga termasuk. Misalkan kita memiliki dua gelas air pada suhu yang sama. Jika kita menggabungkan keduanya untuk membuat kuantitas tunggal air dalam gelas besar, suhu kuantitas yang lebih besar dari air akan sama seperti pada kedua gelas terpisah tadi. Tidak seperti massa, panjang, dan volume, suhu dan sifat intensif lainnya tidak aditif.


<<<1.5                                                                                                  1.7>>>
Share:

No comments:

Post a Comment

Pengembang

Pengembang

Statistik Pengunjung

Post Populer

ANGGOTA

Ads

Post Terbaru