Menstimulasi Pemahaman Konsep Dalam Kimia

Renungkan sejenak kalimat "Merangsang Pemahaman Konsep dalam Kimia" akan memunculkan lebih dari satu garis pemikiran. Salah satunya adalah bagaimana "Konsep dalam Kimia" ini merangsang siswa sendiri untuk berusaha memahaminya. Hal lain adalah bagaimana "Konsep dalam Kimia" dapat distimulasi pada pertemuan tatap muka oleh guru kimia dan mengaitkan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari serta kaitannya dengan ilmu tentang material. Ini seperti arus bawah laut yang kuat yang menyediakan situasi yang selalu berubah untuk perkembangan kreatif dalam kimia melalui banyak contoh mimpi dan imajinasi baik siswa laki-laki maupun siswa perempuan yang cerdas dan terlatih yang siap memasuki profesi sebagai peneliti di tingkat strata satu, pascasarjana dan doktoral. Para akademisi, pemerintah, dan ilmuwan industri baik didalam karir ataupun diluarnya, yang telah menunjukkan kreativitas mereka dalam berbagai artikel, komunikasi, makalah, dan ulasan dalam literatur ilmiah (serta ceramah dalam seminar penelitian dan ceramah yang diberi nama dalam berbagai jenis yang berbeda, pengaturan, serta dari podium menghadirkan ceramah pleno dan pengajaran di pertemuan komunitas dan simposium internasional) tentu dalam posisi untuk melakukan pencapaian dan pengalaman mereka untuk mencetak siswa dan mahasiswa atau rekan muda yang rajin dan antusias.

Menstimulasi pemahaman konsep siswa dalam kimia dilakukan dengan memfokuskan sorotan pada konsep-konsep yang secara khusus merangsang para ahli kimia, kumpulan esai, yang membahas beberapa perkembangan konseptual yang paling menarik dalam kimia dalam beberapa tahun terakhir. Latihan harus diprakarsai dengan mengundang ahli kimia terkenal, semuanya pionir di bidangnya, untuk menyumbangkan esai atau karya ilmiah untuk publikasi nasional ataupun internasional. Dalam acara tersebut, setidaknya dua atau tiga pemimpin dunia dalam bidang penelitian mereka masing-masing dapat memberikan respon yang sedikit berbeda terhadap format yang cukup bersifat preskriptif: beberapa mengikuti rubrik dengan saksama, yang lain menjauh dari rekomendasi, dan sisanya melakukan apa yang paling nyaman mereka lakukan - dan hasilnya adalah apa yang siswa miliki di tangan mereka untuk dipilih dan dinikmati, inilah mestinya yang guru harapkan.
Share:

No comments:

Post a Comment

Post Populer

BERLANGGANAN

ANGGOTA

Post Terbaru