Tuesday, September 26, 2017

Pengetahuan Faktual

Penilaian Pengetahuan yang dimaksud dalam kurikulum 2013 termasuk pengetahuan faktual


PENGETAHUAN FAKTUAL
Pengetahuan Faktual meliputi elemen-elemen dasar yang digunakan oleh para pakar dalam menjelaskan, memahami, dan secara sistematis menata disiplin ilmunya. Elemen-elemen ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang bergulat dalam suatu disiplin ilmu, dan tidak atau hanya sedikit berubah ketika digunakan dalam bidang lain. Pengetahuan Faktual berisikan elemen-elemen dasar yang harus diketahui siswa jika mereka akan mempelajari suatu disiplin ilmu atau menyelesaikan masalah dalam disiplin iimu tersebut. Elemen-elemen ini lazimnya berupa simbol-simbol yang diasosiasikan dengan makna-makna konkret atau “Senarai simbol” yang mengandung informasi penting. Pengetahuan faktual kebanyakan berada pada tingkat abstraksi yang relatif rendah.

Oleh karena terdapat banyak sekali elemen dasar, siswa hampir mustahil mampu mempelajari semua elemen yang relevan dengan sebuah mata pelajaran. Pengetahuan dalam ilmu-ilmu sosial, alam dan humaniora terus berkembang, sehingga para ahli di bidang-bidang itu pun menemui kesulitan untuk menguasai semua elemen baru. Maka dari itu, memilih elemen-elemen yang perlu dipelajari siswa menjadi sebuah keniscayaan. Dalam klasifikasi, pengetahuan faktual dibedakan dari pengetahuan konseptual berdasarkan spesifikasinya; pengetahuan faktual dapat disendirikan sebagai elemen atau bit informasi yang dipercaya tetap bermakna. Dua subjenis pengetahuan faktual adalah pengetahuan tentang terminologi (Aa) dan pengetahuan tentang detail-detail dan elemen-elemen yang spesifik (Ab).

1. Pengetahuan tentang Terminologi
Pengetahuan tentang terminologi melingkupi pengetahuan tentang label dan simbol verbal dan nonverbal (misalnya kata, angka, tanda, gambar). Setiap materi kajian mempunyai banyak label dan simbol, baik verbal ataupun nonverbal, yang merujuk pada makna-makna tertentu. Label dan simbol ini merupakan bahasa dasar dalam suatu disiplin ilmu - semacam stenografi yang digunakan oleh para pakar untuk mengungkapkan apa yang mereka ketahui. Sewaktu berusaha menjelaskan fenomena dalam disiplin ilmu mereka kepada orang lain, para pakar perlu menggunakan label dan simbol khusus yang telah mereka rancang. Sering kali, mereka tidak mungkin membicarakan masalah-masalah dalam disiplin ilmu mereka tanpa menggunakan istilah-istilah pokok. Bahkan, mereka tak mungkin memikirkan banyak fenomena, bila tidak memakai label-label dan simbol-simbol tersebut.

Siswa baru mesti mengetahui label-label dan simbol-simbol ini dan mempelajari makna-makna yang melekat pada label dan simbol tersebut dan diterima oleh banyak orang. Lantaran para pakar harus mengomunikasikan label dan simbol itu, orang-orang yang mempelajari suatu disiplin ilmu mesti mengetahui label dan simbol serta maknanya jika mereka hendak memahami atau memikirkan fenomena dalam ilmu tersebut.
Label dan simbol ini sangat spesifik dan berguna, sehingga para ahli berharap siswa mengetahui lebih daripada apa yang siswa ingin atau dapat ketahui. Penggunaan label dan simbol pun harus sangat cermat. Hanya dengan label dan simbol ini, para ahli dapat dengan mudah mengungkapkan ide-ide mereka, dan mereka mengalami kesulitan bila menggunakan istilah-istilah "populer" atau "bahasa awam" yang lebih familiar bagi masyarakat pada umumnya.
Contol-contoh pengetahuan tentang terminologi adalah sebagai berikut:
·         Pengetahuan tentang alfabet, pengetahuan tentang istilah-istilah tertentu (misalnya, label untuk nama-nama unsur, nama-nama partikel sub-atom)
·         Pengetahuan tentang kosakata dalam seni rupa
·         Pengetahuan tentang istilah-istilah pokok akuntansi
·         Pengetahuan tentang simbol-simbol pokok pada peta dan kartu
·         Pengetahuan tentang simbol-simbol yang digunakan untuk menggambarkan pengucapan kata yang tepat.

2. Pengetahuan Tentang Detail-detail dan Elemen-elemen yang Spesifik
Pengetahuan tentang detail-detail dan elemen-elemen yang spesifik merupakan pengetahuan tentang peristiwa, lokasi, orang, tanggal, sumber inforrnasi, dan semacamnya. Pengetahuan ini meliputi semua informasi, yang mendetail dan spesifik, seperti tanggal terjadinya sebuah peristiwa atau ukuran suatu fenomena. Fakta-fakta yang spesifik adalah fakta-fakta yang dapat disendirikan sebagai elemen-elemen yang terpisah dan berdiri sendiri; ini berkebalikan
dengan fakta-fakta yang hanya dapat dikenali dalam konteks yang lebih luas.
Setiap bidang kajian mengandung peristiwa, lokasi, orang, tanggal, dan detail-detail lain yang para ahli ketahui dan percayai merepresentasikan pengetahuan penting tentang bidang itu. Fakta-fakta yang spesifik ini merupakan informasi dasar yang para ahli gunakan untuk mendeskripsikan bidang mereka dan mengkaji masalah-masalah atau topik-topik tertentu dalam bidang mereka. Fakta-fakta ini dapat dibedakan dari terminologi. Terminologi jamaknya merepresentasikan konvensi atau kesepakatan dalam suatu bidang (yakni bahasa bersama), sedangkan fakta merepresentasikan temuan-ternuan yang diperoleh bukan berdasarkan kesepakatan dan tidak dimaksudkan sebagai alat untuk berkomunikasi. Subjenis Ab ini juga mencakup pengetahuan perihal buku, tulisan, dan sumber-sumber informasi lain tentang topik dan masalah tertentu. Alhasil, pengetahuan tentang fakta yang spesifik dan pengetahuan tentang sumber-sumber faktanya diklasifikasikan dalam subjenis ini.
Fakta-fakta yang berlimpah ruah memaksa para pendidik (yakni ahli kurikulum, penulis buku teks, guru) memilih mana fakta primer dan mana fakta sekunder atau mana fakta yang penting di mata para ahli. Pendidik juga harus mempertimbangkan tingkat presisi dalam membedakan fakta-fakta. Mereka kerap kali mengharapkan siswa-siswa mereka sekadar mengetahui ukuran kasar suatu fenomena, bukan ukuran persisnya, atau hanya mengetahui kisaran waktunya, bukan tanggal atau hari terjadinya suatu peristiwa. Pendidik merasa cukup sulit untuk menentukan apakah banyak fakta yang harus dipelajari siswa ini merupakan bagian dari satu unit atau mata pengajaran, atau malah fakta-fakta tersebut akan dipelajari jika siswa benar-benar mernerlukannya.
Contoh pengetahuan tentang detail-detail dan elemen-elemen yang spesifik adalah sebagai berikut:
·         Pengetahuan tentang fakta-fakta pokok perihal kebudayaan dan masyarakat tertentu.
·         Pengetahuan tentang fakta-fakta praktis yang penting menyangkut kesehatan, kewarganegaraan, dan urusan-urusan manusia lain.
·         Pengetahuan tentang nama orang, tempat, dan peristiwa yang signifikan di koran.
·         Pengetahuan tentang produk utama dan produk ekspor negara-negara tertentu.

·         Pengetahuan tentang sumber-sumber informasi yang; tepercaya tentang pembelian yang tepat.

Sumber: Anderson, L.W. & Krathwohl, D.R. (2001), Addison Wesly Longman Inc. "A Taxonomy  for learning, teaching, and assesing."

0 komentar:

Post a Comment