Monday, July 10, 2017

Target Ahok Meleset


Kampus Digital News (10/07)- Berita ini saya baca disalah satu situs berita teratas. ..."Saefullah juga mencontohkan, melesetnya RPJMD yang disusun pada pemerintahan periode basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) , Saefullah mengatakan target pendapatan daerah sebesar Rp 120 triliun tidak mencapai target. "Kalau kita lihat RPJMD yang lalu itukan ketercapaiannya kurang atau meleset dari target. Misalnya dari segi pendapatan. Pendapatan di akhir tahun ini mestinya ada Rp 120 T, tapi yang kita dapatkan hanya Rp 76 T, kan masih jauh sekali. Karena ekspektasinya ketinggian," ungkapnya."


Menurut saya, kalau bicara target semestinyalah kita menaruh ekspektasi setinggi mungkin. Katakanlah hari ini saya kasih ujian Anda di kampus digital, nilai maksimal A dan nilai minimal D agar lulus. Nilai paling rendah E dinyatakan gagal. Sekarang Anda buat target nilai yang diharapkan dapat dicapai!
Seorang yang tahu bahwa dirinya cerdas dan memiliki kemampuan, tentu akan memiliki ekspektasi yang tinggi untuk mencapai nilai maksimal. Dirinya akan menetapkan target dapat nilai A.
Nah, bandingkan dengan persoalan di atas. Katakanlah kebutuhan anggaran pemerintah minimal 60T. Jika pendapatan daerah kurang dari 60T maka pemerintah akan defisit anggaran. Sebagai pemimpin yang cerdas Anda harus memikirkan strategi dan menetapkan target pendapatan. Setelah Anda pelajari dan hitung-hitungan, maksimal yang dapat diperoleh adalah 120T.


Pertanyaan saya:



Apakah Anda akan menetapkan target di 60T atau di 120T?

0 komentar:

Post a Comment