Fakta dan Misteri Kehidupan

Presiden Soekarno pernah memimpin Indonesia dan tercatat dalam sejarah Indonesia dan dunia. Jenderal Soeharto pernah menjadi presiden Republik Indonesia dan memerintah selama 32 tahun. Gus Dur yang mungkin kebanyakan orang tidak menduga bahwa dia menjadi presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semua itu adalah fakta sejarah bangsa Indonesia. Tokoh-tokoh ini pernah hidup dan mencatat sejarah bangsa Indonesia.

Mereka semua pernah menjadi presiden. Mereka pernah hidup. Sekarang mereka telah meninggalkan kita semua yang masih hidup. Kehidupan dan kematian adalah sebuah fakta. 

Sekarang kita berandai-andai. Andaikan saya lahir waktu masa penjajahan Belanda (1800-an) tentu saya akan mengalami fakta kehidupan pada masa itu. Sudah tentu juga saya sudah mati pada era 2000-an sekarang ini.

Faktanya, kita semua yang hidup sekarang ini lahir diera 1900-an dan era 2000-an. Fakta yang juga tidak dapat kita hindari, bahwa tidak sedikit mereka yang masih muda telah mati meninggalkan kita semua. Sekali lagi, kehidupan dan kematian adalah sebuah fakta.

Kita yang masih hidup tidak tahu kemana perginya mereka yang telah mati. Mereka berada di mana? Kita yang masih hidup sekarang ini pun akan mati, tetapi kta tidak tahu kapan kita akan mati. Itulah misteri kehidupan.

Tidak terkecuali, yang berbuat jahat pasti akan mati, yang berbuat baik pun pasti akan mati juga. Yang jadi presiden pasti akan mati, yang jadi pemulung dan pengemis pun pasti akan mati. Orang kaya, bahkan sangat kaya sekalipun, dan orang miskin semuanya pasti akan mati. Faktanya mereka semua yang telah lahir dan mati mendahului kita semua telah mengalaminya.Tentu kita semua yang masih hidup akan mengalaminya.

Hal ini patut kita renungkan, menjadi orang kaya dan berbuat baik kepada semua orang tidak ada ruginya. Jika kita orang miskin, janganlah mencuri, tetaplah berbuat baik kepada semua orang. Tidak perlu saling menyalahkan, jangan ada kebencian. Bineka Tunggal Ika, itu semboyan kita. Negara Kesatuan Republik Indonesia, itu tanah air kita. Bangsa Indonesia, itu bangsa kita.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, menuntun kita bagaimana menjadi manusia ber-Tuhan. Sebagai bangsa yang ber-Tuhan, tentu kita tidak boleh sembarangan dengan kehidupan kita sekarang ini. 

Sila kemanusiaan yang adil dan beradab menuntun kita bagaimana menjadi manusia yang memanusiakan manusia, menjadi manusia yang adil dan beradab. Menjadi manusia yang patuh kepada hukum, memiliki moral dan beradab. Tidaklah pantas kita sebagai bangsa Indonesia saling menyakiti, saling membenci, saling memusuhi. Kita harus saling menghargai, saling menghormati, karena kita bangsa yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa.

Jadilah manusia yang membanggakan bangssa kita, bangsa Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Share:

No comments:

Post a Comment

Post Populer

BERLANGGANAN

ANGGOTA

Post Terbaru