Teknik penilaian/ alat pengumpulan data: kuesioner dan contoh kuesioner

Penilaian menggunakan kuesioner bersifat praktis, hemat waktu, tenaga dan biaya. Namun, jawaban yang diberikan responden mungkin kurang objektif, lebih lebih bila pertanyaan yang diajukan kurang tajam. Sama seperti wawancara, kuesioner dapat dibagi menjadi dua yaitu: kuesioner berstruktur dan kuesioner terbuka.

Penyampaian kuesioner dapat dilakukan secara langsung atau dapat juga dikirim melalui pos. Cara langsung dengan membagikan kuesioner kepada siswa, kemudian setelah diisi dikumpulkan lagi. Cara pengiriman melalui pos tidak menjamin semua pasti dikembalikan, oleh karena itu cara ini harus menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden lebih banyak dari yang diperlukan.

Petunjuk teknis dalam menyusun kuesioner adalah sebagai berikut:
1) mulai dengan pengantar yang isinya permohonan mengisi kuesioner sambil dijelaskan maksud dan tujuannya.
2) jelaskan petunjuk atau cara mengisinya supaya tidak salah, bila perlu berikan contoh.
3) mulai dengan pertanyaan untuk mengungkapkan identitas responden. Dalam identitas ini sebaiknya tidak diminta mengisi nama. Identitas cukup menuliskan jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan hal-hal umum yang berkaitan dengan tujuan kuesioner.
4) isi pertanyaan sebaiknya dibuat beberapa kategori atau bagian sesuai dengan variabel yang diungkapkan sehingga mudah mengolahnya.
5) rumusan pertanyaan dibuat singkat, tetapi jelas sehingga tidak membingungkan dan tidak mengakibatkan salah penafsiran.
6) hubungan antara pertanyaan yang satu dengan pertanyaan yang lain harus dijaga sehingga tampak logikanya dalam satu rangkaian yang sitematis. Hindari penggolongan pertanyaan terhadap persoalan yang sama.
7) usahakan kemungkinan agar jawaban, kalimat atau rumusannya tidak lebih panjang dari pada pertanyaan.
8) kuesioner yang terlalu banyak atau terlalu panjang akan melelahkan dan membosankan responden sehingga pengisiannya tidak objektif lagi.
9) ada baiknya kuesioner diakhiri dengan tanda tangan tanpa nama si pengisi untuk menjamin keabsahan jawabannya.

Untuk menguji validitasnya, dapat dilakukan wawancara kepada beberapa responden secara acak dengan pertanyaan yang identik pada kuesioner.

Tujuan penggunaan kuesioner dalam penilaian proses dan hasil belajar mengajar adalah:
1) untuk memperoleh data mengenai latar belakang siswa sebagai bahan dalam menganalisis tingkah laku siswa, hasil dan proses belajarnya.
2) untuk memperoleh data mengenai hasil belajar yang dicapainya dan proses belajar yang ditempuhnya.
3) untuk memperoleh data sebagai bahan dalam menyusun kurikulum dan program belajar mengajar.

Kuesioner untuk tujuan pertama dapat disusun dalam bentuk pertanyaan bersturktur ataupun terbuka untuk mengungkapkan antara lain:
a) identitas siswa seperti jenis kelamin, usia, agama, keadaan fisik, hobi atau kegemaran, dan mata pelajaran yang disenangi.
b) latar belakang keluarga seperti pekerjaan orang tua, pendidkan orang tua, anak keberapa, jumlah saudara kandung, status dalam keluarga, fasilitas belajar dirumah.
c) latar belakang lingkungan siswa seperti alamat tempat tinggal, status perumahan, suasana keagamaan, aktivitas dalam organisasi kemasyarakatan, pemanfaatan waktu senggang dan kelompok bermain.

Kuesioner untuk tujuan kedua, mengungkapakan beberapa aspek seperti hasil belajar yang dicapainya, kesulitan belajar, cara belajar, fasilitas belajar, bimbingan yang diperlukan, motivasi dan minat belajar, sikap terhadap belajar, sikap terhadap mata pelajaran, pandangan siswa terhadap proses belajar mengajar, dan sikap terhadap guru.

Kuesioner untuk tujuan ketiga, mengungkapkan beberapa aspek yang berkenaan dengan luas bahasan, relevansi dan kegunaan materi/bahan pelajaran, cara menyajikan bahan/materi pelajaran, tingkat kesulitan bahan/materi pelajaran, cara guru mengajar, kesinambungan bahan pelajaran, sistem penilaian atau ujian, buku pelajaran, alat peraga, laboratorium atau praktikum, kegiatan ektrakurikuler, lama belajar dan kegiatan siswa.

Contoh kuesioner

Kuesioner untuk guru mata pelajaran kimia

Petunjuk pengisian kuesioner
1. melalui instrumen ini Anda diminta memberikan pandangan tentang tujuan, isi dan pendekatan pelaksanaan pembelajaran kimia kurikulum 2013 di SMA.
2. pendapat atau pandangan yang Anda berikan pada setiap butir yang terdapat dalam intrumen ini akan digunakan sebagai masukan untuk mengusulkan penyempurnaan kurikulum 2013.
3. Tugas Anda ialah memilih salah satu kemungkinan jawaban yang telah disediakan, yang menurut pendapat Anda paling tepat.
4. sebelum mengisi atau memberikan pandangan terhadap butir-butir yang terdapat dalam instrumen ini, Anda diminta mengisi identitas secara lengkap.

Identitas
a. Jenis kelamin : 1) pria         2) wanita
b. Pengalaman mengajar : 1) kurang dari 3 tahun  2) antara 3-5 tahun  3) lebih dari 5 tahun
c. Kelas yang Anda ajar sekarang  1) kelas 10   2) kelas 11  3) kelas 12
d. Pengalaman mengajar kelas 10 (jika pernah)   1) kurang dari 3 tahun  2) antara 3-5 tahun  3) lebih dari 5 tahun
e. Pengalaman mengajar kelas 11 (jika pernah)   1) kurang dari 3 tahun  2) antara 3-5 tahun  3) lebih dari 5 tahun
f. Pengalaman mengajar kelas 12 (jika pernah)   1) kurang dari 3 tahun  2) antara 3-5 tahun  3) lebih dari 5 tahun
g. Pengalaman mengikuti pelatihan dan pendidikan kurikulum 2013  1) pernah   2) belum pernah

Pertanyaan bagian I. Pandangan terhadap tujuan dan isi pembelajaran kimia
1. Menurut pendapat Anda tujuan umum pembelajaran kimia sebaiknya diarahkan pada
a. penguasaan materi pelajaran kimia
b. perubahan sikap siswa terhadap isu lingkungan dan masyarakat
c. membina pengetahuan, sikap dan tingkah laku yang rasional dan tanggungjawab terhadap masalah yang timbul sebagai akibat dampak yang berkaitan dengan kimia.
2. .... dstnya

pertanyaan bagian II. Pandangan mengenai pendekatan pembelajaran kimia menurut kurikulum 2013
1. ... dstnya

Tanda tangan/paraf


..........................(tidak perlu diberi nama)
Share:

No comments:

Post a Comment

Post Populer

BERLANGGANAN

ANGGOTA

Post Terbaru