Sunday, May 14, 2017

Teknik pengumpulan data atau penilaian dengan observasi atau pengamatan

Teknik pengumpulan data atau penilaian dengan observasi atau pengamatan

Observasi atau pengamatan adalah salah satu teknik penilaian atau teknik pengumpulan data untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati baik dalam situasi sebenarnya atau dalam situasi yang dimanipulasi. Observasi atau pengamatan dapat digunakan sebagai cara untuk mengukur atau menilai hasil dan proses belajar mengajar misalnya tingkah laku siswa pada waktu belajar, tingkah laku guru pada waktu mengajar, kegiatan diskusi siswa, partisipasi siswa dalam pembelajaran, dan penggunaan alat bantu belajar mengajar.

Ada tiga jenis observasi yaitu obsevasi langsung, observasi tidak langsung dan observasi partisipasi. Observasi langsung adalah pengamatan yang dilakukan terhadap gejala atau proses yang terjadi dalam situasi yang sebenarnya dan langsung diamati oleh pengamat. Observasi tidak langsung dilaksanakan dengan alat bantu misalnya rekaman suara, rekaman video. Observasi partisipasi dilaksanakan dengan cara sipengamat terlibat atau berpartisipasi atau ikut serta dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh individu atau kelompok yang diamati.

Langkah dalam menyusun pedoman observasi atau pedoman pengamatan adalah:
1. lakukan terlebih dahulu observasi langsung terhadap suatu proses tingkah laku, misalnya penampilan guru di kelas. Lalu catat kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akir pelajaran. Hal ini untuk menentukan jenis perilaku guru yang akan diukur pada saat melakukan pengamatan nantinya.
2. Tentukan segi-segi mana dari perilaku guru tersebut yang akan diamati berkaitan dengan data yang diperlukan. Urutkan tingkah laku tersebut misalnya berdasarkan teori mengajar (metode atau model pembelajaran tertentu). Rumusan tingkah laku harus jelas dan spesifik agar mudah diamati oleh pengamat.
3. Tentukan bentu pedoman observasi tersebut yaitu bentuk bebas atau bentuk berstruktur. Bila bentuk berstruktur, tentukan pilihan jawaban dan indikatornya.
4. Sebelum observasi atau pengamatan dilakukan, diskusikan dahulu pedoman observasi atau pedoman pengamatan yang telah dibuat dengan calon pengamat atau observan agar setiap segi yang diamati dapat dipahami maknanya dan bagaimana cara mengisinya.
5. Bila ada hal khusus yang menarik, tetapi tidak ada dalam pedoman observasi, sebaiknya disediakan tempat catatan khusus atau kolom komentar bagi pengamat pada lembar observasi atau lembar pengamatan.

Observasi atau pengamatan untuk menilai proses dan hasil belajar siswa dapat dilaksanakan oleh guru di kelas pada saat siswa melakukan kegiatan belajar, karena tidak bisa guru sambil mengajar sambil mengamati setiap siswa. Kalaupun bisa, tentukan siswa yang menjadi fokusnya misalnya siswa yang berprestasi rendah atau siswa yang nakal. Pada saat kegiatan siswa belajar misalnya diskusi kelompok, guru dapat memperhatikan perilaku setiap siswa dan mencatat hal-hal khusus yang perlu sesuia dengan pedoman atau kriteria yang telah ditentukan. Misalnya hubungan sosial siswa saat diskusi, partisipasi siswa dalam diskusi dan tanggungjawab individu mengerjakan tugas. Hasil pekerjaan siswapun dapat digunakan sebagai data pengamatan misalnya ketelitian, ketepatan jawaban, tulisan dan bahasa.

0 komentar:

Post a Comment