Skala Sikap (skala likert)

Skala sikap digunakan untuk mengukur sikap seseorang terhadap objek tertentu. Hasilnya berupa kategori sikap misalnya mendukung (positif), menolak (negatif) dan netral. Sikap didefinisikan sebagai kecenderungan berperilaku pada diri seseorang. Sikap dapat juga diartikan reaksi seseorang terhadap suatu rangsangan yang datang kepada dirinya.

Ada tiga komponen sikap yaitu kognisi, afeksi dan konasi. Kognisi berkenaan dengan pengetahuan seseorang tentang objek atau rangsangan yang dihadapinya, afeksi berkenanan dengan perasaan dalam menanggapi objek atau rangsangan tersebut, sedangkan konasi berkenaan dengan kecenderungan bertindak terhadap objek atau rangsangan tertentu. Oleh karena itu, sikap selalu bermakna bila dihadapkan kepada objek atau rangsangan tertentu, misal sikap siswa terhadap mata pelajaran, sikap mahasiswa terhadap pendidika kimia, atau sikap guru terhadap siswa.

Skala sikap dinyatakan dalam bentuk pernyataan untuk dinilai oleh responden, apakah pernyataan tersebut didukung atau ditolak, bisa menggunkan rentangan nilai tertentu. Oleh karena itu, pernyataan dibagi dalam dua kategori positif dan negatif dengan kategori respon bisa mendukung, netral atau menolak.

Skala Likert adalah salah satu skala yang paling sering digunakan. Dalam skala Likert peryataan diajukan dalam bentuk pernyataan positif dan pernyataan negatif yang dinilai oleh responden sanagt setuju, setuju, tidak berpendapat, tidak setuju, sangat tidak setuju. Skor yang diberikan terhadap pilihan tersebut bergantung pada penilai asal penggunaannya konsisten.

Contoh:

Pernyataan sikap                                                 SS  S  TB   TS  STS
Pernyataan Positif                                                2   1    0     -1    -2
                                                                          5   4    3      2     1
Pernyataan negatif                                               -2  -1   0      1     2
                                                                          5    4   3      2     1

Keterangan:
SS: sangat setuju
S:Setuju
TB:Tidak Berpendapat
TS:Tidak Setuju
STS:Sangat Tidak Setuju

Pernyataan sikap selain kategori positif dan negatif harus juga mencerminkan dimensi sikap kognisi, afeksi dan konasi.

Contoh:
1. Saya senang belajar kimia yang berkaitang dengan struktur atom. (+, afeksi)
2. Saya merasa sulit menyisihkan waktu untuk menyelesaikan tugas berkaitan dengan pelajaran struktur atom (-, afeksi)
3. Saya berpendapat bahwa pelajaran struktur atom memerlukan bantuan atau pengetahuan prasyarat dari materi kimia yang lain. (+, kognisi)
4. Saya sering meminta pendapat teman mengenai kekurangan atau kesalahan jawaban saya pada materi struktur atom. (+, konasi)
5. Saya merasa telah cukup menguasai materi pelajaran struktur atom (-, afeksi)

Dalam menyusun skala Likert perlu memperhatikan:
1) tentukan objek yang dituju kemudian tetapkan variabel yang akan diukur dengan skala Likert.
2) Lakukan analisis variabel tersebut menjadi beberapa subvariabel atau dimensi variabel, lalu kembangkan indikator setiap dimensi tersebut.
3) dari setiap indikator, tentukan ruang lingkup pernyataan sikap yang berkenaan dengan aspek kognisi, afeksi dan konasi terhadap objek sikap.
4) susunlah pernyataan untuk masing-masing aspek tersebut dalam dua kategori yaitu pernyataan positif dan pernyataan negatif secara seimbang banyaknya.

Contoh subvariabel dari variabel sikap guru terhadap profesinya sebagai guru:
1. sikap terhadap diri sendiri
2. sikap terhadap bidang ilmu
3. sikap terhadap profesi pendidikan
4. sikap terhadap peserta didik

Contoh Indikator subvariabel:
1. sikap terhadap diri sendiri
a. menerima jabatan sebagai guru
b. penampilan diri
c. sadar akan kemampuan dan kelemahan diri
2. sikap terhadap bidang ilmu
a. kemauana memperdalam ilmu
b. toleransi terhadap bidang ilmu lain
c. menyenangi bidang ilmunya
3. sikap terhadap profesi pendidikan
a. paham dan yakin akan pentingnya pendidikan
b. pengabdian terhadap jabatan guru
c. kemauan mengembagkan ilmu pendidikan
d. kemauan untuk meningkatkan kinerja profesi guru sebagai pendidik
4. sikap terhadap peserta didik
a. menyayangi peserta didik
b. menyadari adanya perbedaan di antara individu-individu peserta didik
c. kemamuan untuk mengembangkan potensi peserta didik

contoh sikap siswa terhadap mata pelajaran kimia, subvariabelnya antara lain:
1. sikap terhadap tujuan dan isi mata pelajaran kimia
2. sikap terhadap cara mempelajari mata pelajaran kimia
3. sikap terhadap guru yang mengajarkan mata pelajaran kimia
4. sikap terhadap upaya siswa memperdalam mata pelajaran kimia

indikator suvariabelnya antara lain:
1. sikap terhadap tujuan dan isi mata pelajaran kimia
a. paham dan yakin akan pentingnya tujuan dan isi mata pelajaran kimia
b. kemamuan untuk mempelajari materi pelajaran kimia
c. kemauan untuk menerapkan atau menggunakan konsep kimia
d. senang mempelajari buku pelajaran kimia
2...dst


Share:

No comments:

Post a Comment

Post Populer

BERLANGGANAN

ANGGOTA

Post Terbaru