Sunday, May 14, 2017

Skala Penilaian

Skala penilaian digunakan untuk mengukur penampilan (performance) atau perilaku siswa atau guru oleh siswa lain ataupun guru melalui pernyataan perilaku individu pada suatu titik kontinum atau suatu kategori yang bermakna nilai. Titik atau kategori diberi nilai rentangan mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah. Rentangan ini bisa dalam bentuk huruf atau angka, sedangkan rentangan kategori seperti tinggi, sedang, rendah atau baik, sedang, kurang.

Contoh:
Skala Penilaian Penampilan Guru Mengajar

Nama Guru:
Mata Pelajaran:

No.    Pernyataan                                                Skala Nilai
                                                                        A         B        C      D
1.   Penguasaan Materi Ajar
2.   Interaksi dengan siswa
3.   Bahasa yang digunakan
4.   Penguasaan Metode mengaar
5.   Penguasaan alat bantu mengajar
6.   Respon terhadap pertanyaan siswa
7.   ....dst

Keterangan
A: Baik sekali              C: cukup
B: Baik                       D: kurang

Hal yang penting diperhatikan dalam skala penilaian adalah kriteri skala nilai,yaitu penjelasan operasional untuk setiap alternatif jawaban (A,B,C,D). Adanya kriteria yang jelas untuk setiap alternatif jawaban akan mempermudah pemberian nilai dan terhindar dari subjektifitas penilai.

Misal untuk pernyataan 1.
A: jika guru dapat menjelaskan secara lengkap tujuan pelajaran, materi ajar beserta contoh dan latihan soal dengan tepat dan terampil.
B: jika guru ...
C:..
D; jika penjelasan guru kurang lengkap, tidak mencakup semua tujuan pelajaran, tidak disertai contoh dan latihan soal.

Skala nilai diatas dapat juga menggunakan kategori baik sekali, baik, cukup, kurang atau angka 4, 3, 2, 1. Jumlah skor maksimal adalah jumlah butir pernyataan x 4, dalam contoh diatas 6 x 4 = 24, skor, terendah 1 x 6 = 6.

Skala penilaian komparatif, jika penilaian dibandingkan dengan penampilan guru lain. Misal A baik sekali, B lebih baik dari guru X, C sama dengan guru X, D kurang dari guru X.

Skala Penilaian lebih tepat digunakan untuk mengukur suatu proses misalnya proses mengajar guru atau proses belajar siswa., atau hasil siswa dala bentuk perilaku, keterampilan, hubungan sosial.

Penyusunan skala penilaian memperhatikan hal-hal berikut:
a. Tentukan tujuan yang akan dicapai dari skala penilaian ini sehingga jelas apa yang seharusnya dinilai.
b. Berdasarkan tujuan tersebut tentukan aspek atau variabel yang akan diungkap melalui instrumen ini.
c. Tetapkan bentuk rentangan nilai yang akan digunakan misalnya nilai angka atau kategori.
d. Buat pedoman untuk mengolah dan menafsirkan data yang diperoleh dari penilaian.

Penialaian dapat dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk menghindari subjektifitas penilai.

Skala yang dibuat hanya dengan kategori ya dan tidak atau ada dan tidak ada disebut daftar check list.


0 komentar:

Post a Comment