Penilaian Autentik

Penilaian autentik memberikan tantangan kepada siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan akademik baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. Penilaian autentik adalah teknik bagi sekolah yang ingin maju yang tahu dengan jelas apa yang diharapkan dari siswa dan tahu dengan jelas bagaimana mereka dapat menunjukkan kualitas tersebut. Penilaian autentik memberikan kesempatan keapda siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sambil mempertunjukkan apa yang sudah mereka pelajari.

Sebagai bagian kecil dari sebuah sistem pembelajaran kontekstual, penialaian autentik berfokus pada tujuan, melibatkan pembelajaran secara langsung, mengharuskan membangun keterkaitan dan kerjasama, dan menanamkan tingkat berpikir yang lebih tinggi. Karena tugas-tugas yang diberikan dalam penilaian autentik mengharuskan penggunaan startegi-strategi tersebut, maka para siswa bisa menunjukkan penguasaannya terhadap tujuan pelajaran dan kedalaman pemahamannya dan pada saat yang bersamaan meningkatkan pengetahuan dan cara untuk memperbaiki diri.

Penilaian autentik mengajak para siswa untuk menggunakan pengetahuan akademik dalam konteks dunia nyata untuk tujuan bermakna. Sebagai contoh, siswa menjelaskan informasi akademik yang telah mereka pelajari dalam semua bidang ilmu yang diajarkan di sekolah. Ketika melakukan tugas dalam penilaian autentik tersebut, siswa menghadapi tantangan-tantangan yang lazim menyertai setiap usaha untuk mencapai hasil yang berarti dalam konteks pekerjaan atau masyarakat.

Kekuatan atau keuntungan penilaian autentik bagi siswa
Penilaian autentik meningkatkan pembelajaran dalam banyak hal. Ujian standar (seperti EBTANAS) bersifat eksklusif dan sempit, sementara penilaian autentik yang bersifat inklusif memberi keuntungan bagi siswa dengan memungkinkan siswa:
1) mengungkapkan secara total seberapa baik pemahaman materi akademik mereka
2) mengungkapkan dan memperkuat penguasaan kompetensi mereka seperti mengumpulkan informasi, menggunakan sumber daya, menguasai teknologi, dan berpikir secara sistematis.
3) menghubungkan pembelajaran dengan dengan pengalaman mereka sendiri, lingkungan mereka dan masyarakat luas.
4) Mempertajam keahlian berpikir dalam tingkatan yang lebih tinggi saat mereka menganalisis, memadukan, mengidentifikasi masalah menciptakan solusi dan mengikuti hubungan sebab akibat.
5) Menerima tanggung jawab dan membuat pilihan
6) Berhubungan dan bekerja sama dengan orang lain dalam mengerjakan tugas
7) Belajar mengevaluasi tingkat prestasi mereka sendiri.

Empat jenis penilaian autentik
Pada umumnya para pendidik telah mengenal empat jenis penilaian autentik, yaitu:
1) Portofolio
2) Penilaian kinerja / pengukuran kinerja / pertunjukan (performance)
3) Proyek
4) Jawaban tertulis secara lengkap

Prosedur untuk merancang soal penilaian autentik
Dalam membuat soal untuk penilaian autentik, apapun kategori yang dipakai, para guru yang menerapkan pembelajaran kontekstual perlu memperhatikan prosedur berikut:
1) Jelaskan dengan tepat apa yang harus diketahui dan bisa dikerjakan oleh siswa. Beri tahukan kepada mereka standar yang harus dicapai atau kriteria yang harus dipenuhi.
2) Hubungkan pelajaran akademik dengan konteks dunia nyata dengan cara yang penuh makna.
3) Tugaskan para siswa untuk menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan dengan apa yang mereka ketahui, untuk memperlihatkan keterampilan dan kedalaman pengetahuan mereka dengan memproduksi hasil (contoh produk nyata, presentasi, koleksi hasil tugas.
4) Putuskan tingkat penguasaan yang harus dicapai.
5) Tampilkan tingkat penguasaan tersebut dalam sebuah rubrik, yaitu dalam bentuk pedoman penilaian yang dilengkapi dengan kriteria yang digunakan untuk menilai.
6) Biasakan para siswa dengan rubrik tersebut. Ajak siswa untuk terus menerus melakukan penilaian diri saat mereka menilai kerja mereka sendiri.
7) Libatkan sekelompok orang selain guru untuk menanggapi penilaian ini.

Apapun bentuk penilaian autentik yang dipakai, membuat portofolio, mengembangkan proyek, menampilkan sebuah pertunjukan atau menyiapkan pertanyaan yang dijawab secara lengkap, para siswa harus mampu mempertunjukkan secara lengkap lingkup pembelajaran mereka dan pada saat yang bersamaan menambah pengetahuan dan keterampilan mereka. Selain itu, penilaian autentik menjadikan siswa berminat dengan menghubungkan mata pelajaran kademik dengan dunia nyata dengan cara yang bermakna. Siswa tidak menghafalkan fakta, tetapi menggunakan keahlian berpikir dalam tingkatan yang lebih tinggi untuk tujuan penting yang mempengaruhi konteks kehidupan mereka sehari-hari.

Baca:
1) Portofolio
2) Penilaian kinerja / pengukuran kinerja / pertunjukan (performance)
3) Proyek
4) Jawaban tertulis secara lengkap
Share:

No comments:

Post a Comment

Post Populer

BERLANGGANAN

ANGGOTA

Post Terbaru