Thursday, May 4, 2017

Penilaian Autentik: Kinerja / Pertunjukan / Performance

Sama seperti bentuk penilaian portofolio dan proyek, pertunjukan juga bisa dipakai sebagai alat ajar sekaligus alat penilaian kinerja siswa. Dalam penilaian autentik pertunjukan, siswa mempertontonkan atau menampilkan di hadapan khalayak atau masyarakat luas bahwa mereka telah menguasai tujuan belajar tertentu. Seorang siswa dengan bakat musik menonjol bisa memperlihatkan pengetahuannya tentang bakatnya dengan menggubah dan memainkan musik untuk mengiringi sebuah adegan atau babak dalam drama. Kelompok siswa lain mungkin menunjukan bakat memasak, bagaimana meramu dan menyajikan sebuah resep masakan yang disajikan dalam rumah makan atau restoran. Kelompok siswa lain mungkin menulis dan memainkan sebuah drama. Sudah menjadi kebiasaan untuk menyertai setiap pertunjukan dengan narasi, tertulis atau lisan, yang menjelaskan hubungan pertunjukan tersebut dengan materi yang sedang dipelajari. Narasi tersbut menjelaskan mengapa pertunjukkan tersebut berisi fitur-fitur tertentu dan detail mana yang paling cocok.

Para penonton sering kali membantu memberikan penilaian. Mereka dibantu oleh para guru untuk memahami dan menerapkan hasil penilaian tersebut.

Tugas pertunjukan untuk menilai bahwa siswa telah
1) Meguasai informasi, konsep, dan keterampilan tertentu yang terdapat dalam tujuan belajar.
2) Memahami dan memenuhi kriteria yang dipersyaratkan untuk mengadakan pertunjukan. Contohnya model teater zaman kayu atau zaman batu, gubahan musik, melukis, yang masing-masing memiliki kriteria sendiri.
3) Memperlihatkan minat dan bakat individu.
4) Berkomunikasi dengan efektif dengan para penonton
5) Memberikan narasi yang seimbang dan/atau melakukan diskusi tentang gagasan di balik tugas pertunjukan terakhir mereka.

Tugas yang diberikan untuk melakukan penilaian autentik kinerja / pertunjukan / performance siswa.

0 komentar:

Post a Comment