Wednesday, April 26, 2017

Penilaian Hasil Belajar Tes Uraian

Tes Uraian
Tes uraian disebut juga essay examination merupakan teknik penilaian hasil belajar yang sudah sangat tua. Pada umumnya tes uraian disusun dalam bentuk instrumen pertanyaan yang menuntut siswa menjawab dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan, dan bentuk lainnya yang menuntut jawaban dalam bentuk uraian dengan kata-kata sendiri. Dengan demikian, tes uraian menuntut kemampuan siswa dalam hal mengekspresikan gagasan melalui bahasa dan tulisan. Dalam hal inilah kekuatan dan kelebihan tes uraian.

Tes uraian dapat mengungkapakan aspek kognitif tinggi atau melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti analisis, sintesis dan evaluasi baik secara lisan maupun tulisan. Siswa juga dibiasakan dengan kemampuan memecahkan masalah (problem solving), mencoba merumuskan hipotesis, menyusun dan mendeskripsikan gagasannya, dan menarik kesimpulan dari pemecahan masalah.

Kelebihan atau kekuatan dari tes uraian adalah:
a) dapat mengukur proses mental yang tinggi atau aspek kognitif tingkat tinggi,
b) dapat mengembangkan kemampuan berbahasa, baik lisan maupun tulisan, dengan baik dan benar sesuai kaidah-kaidah bahasa yang baku,
c) dapat melatih kemampuan berpikir teratur atau penalaran, yaitu berpikir logis, analitis dan sistematis,
d) mengembangkan keterampilan memecahkan masalah (problem solving)
e) adanya keuntungan teknis seperti mudah membuat soalnya sehingga tidak memakan waktu yang lama, guru dapat secara langsung melihat proses berpikiri siswa.

Jenis-jenis tes uraian
a) uraian bebas
Pada jenis ini bentuk pertanyaan tidak memberikan rambu jawaban sehingga siswa bebas mengemukakan pendapatnya. Bentuk uraian bebas ini tepat digunakan apabila bertujuan:
1) mengungkapakan pandangan para siswa terhadap suatu masalah sehingga dapat diketahui luas dan intensitasnya,
2) mengupas suatu persoalan yang kemungkinan jawabannya beraneka ragam sehingga tidak ada satu pun jawaban yang pasti,
3) mengembangkan daya analisis siswa dalam melihat suatu persoalan dari berbagai segi atau sudut pandang atau dimensi.
Bentuk tes uraian bebas sukar menilainya karena jawaban siswa bervariasi, sulit menentukan kriteria penilaian, sangat subjektif karena tergantung pada guru atau dosen yang menilainya. Jenis ini kurang cocok untuk evaluasi, tetapi lebih cocok untuk mengetahui apa yang siswa telah ketahui sebelum memulai suatu materi pelajaran tertentu.

Contoh soal: Jelaskan pengertian belajar!

b) uraian terbatas
Bentuk uraian terbatas, pertanyaan-pertanyaan telah diarahkan pada hal-hal tertentu atau pada pembatasan tertentu. Pembatasan dari segi ruang lingkupnya, sudut pandang menjawabnya, indikator-indikatornya. Dengan adanya pembatasan, jawaban siswa akan lebih terarah sesuai dengan harapan. Cara memberikan penilaian juga lebih jelas indikatornya. Kriteria kebenaran jawaban bisa lebih mudah ditentukan. Oleh karena itu, bentuk soal uraian terbatas lebih terarah dan memerlukan ketapatan jawaban.

contoh soal: Jelaskan pengertian belajar menurut Gagne dan menurut Bloom!

c) uraian berstruktur
Soal-soal berstruktur dipandang sebagai bentuk antara soal objektif dan soal uraian. Soal berstruktur merupakan serangkaian soal jawaban singkat sekalipun bersifat terbuka dan bebas menjawabnya. Soal-soal berstruktur berisi unsur-unsur
1) pengantar soal
2) seperangkat data,
3) serangkaian subsoal
Kelebihan atau kekuatan soal bentuk berstruktur antara lain adalah:
1) satu soal bisa terdiri atas beberapa subsoal atau pertanyaan
2) setiap pertanyaan yang diajukan mengacu pada suatu data tertentu sehingga lebih jelas dan terarah
3) soal-soal berkaitan satu sama lain dan bisa diurutkan berdasarkan tingkat kesukarannya.
Data yang diberikan dalam soal berstruktur bisa dalam bentuk angka, tabel, grafik, gambar, bagan, kasus, bacaan, diagran, atau model.
Bentu soal berstruktur dapat digunakan untuyk mengukur semua aspek kognitif ingatan, pemahaman, aplikasi, anlisis, sintesis dan evaluasi. Dengan demikian bentuk ini dapat mengungkapkan banyak aspek yang dinginkan. Tingkat kesulitan soal dapat dibuat sedemikian rupa sehingga berurutan dari soal yang mudah menuju soal yang sukar. Satu permasalahan yang akan diungkapkan dapat dikaji dari banyak aspek melalui subsoal atau pertanyaan yang diajukan pada tema persoalan/masalah.

Penilaian Hasil Belajar dengan Tes Uraian sangat cocok bagi siswa SMA dan mahasiswa perguruan tinggi.

0 komentar:

Post a Comment