Thursday, April 6, 2017

PENILAIAN SIKAP dan SOSIAL

PENILAIAN SIKAP dan SOSIAL


OLEH :

NAMA :                           
1. ALINA                                                   ACC114008
2. ELMY NOR AISYAH                          ACC114060
3. ELSA FEBRINA TARIGAN              ACC114052
4. ENDANG SIMANULLANG              ACC114058
5. GRACHELLA C.J.F. GIRSANG      ACC114027
6. MADE ASTUNI                                    ACC114001
7. RIBKA LOLITA SARI Z.                   ACC114028
8. TOMY HENDRA                                 ACC114037

DOSEN PENGAMPU :
NOPRIAWAN BERKAT ASI, S. Si. M. Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
PALANGKA RAYA

2017




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Penilaian merupakan suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik dalam rangka membuat keputusan-keputusan berdasarkan kriteria  dan pertimbangan tertentu (Arifin, 2009). Hal ini sesuai dengan prinsip penilaian yang tercantum dalam Permendikbud nomor 66 tahun 2013 mengenai standar penilaian yang menjelaskan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi pengetahuan,  kompetensi sikap, dan kompetensi keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Salah satu kompetensi yang dituntut kurikulum 2013 adalah kompetensi sikap. Untuk menilai kompetensi sikap dibutuhkan suatu alat penelitian (instrumen) yang tepat yang dapat mewakili objek sikap yang akan diteliti sehingga dapat memperoleh hasil seperti yang diharapkan.  Instrumen yang digunakan pada penilaian kompetensi sikap ini adalah dengan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik (Permendikbud nomor 66 tahun 2013).
Penilaian kompetensi sikap merupakan serangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang dirancang untuk mengukur sikap peserta didik sebagai hasil dari suatu program pembelajaran. Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bagian dari pembelajaran adalah refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan sikap peserta didik secara individual. Penilaian sikap yang dimaksud adalah ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang dan diwujudkan dalam perilaku (Kemdikbud, 2013). Penilaian kompetensi sikap dapat dilakukan melalui beberapa cara diantaranya yaitu observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat” (peer evaluation) oleh peserta didik dan jurnal. Pada umumnya, penilaian melalui observasi dan penilaian teman sejawat terkadang membutuhkan  waktu yang cukup lama dalam proses pengumpulan data. Oleh karena itu, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penilaian sikap ini adalah penilaian diri.
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradiasi dari sangat positif sampai sangat negatif (Sugiyono, 2013).



1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan penilaian pencapaian kompetensi sikap?
2.      Apa saja cakupan penilaian sikap?
3.      Bagaimana perumusan indikator dan contohnya?
4.      Bagaimana teknik dan bentuk instrumen?
5.      Bagaimana contoh instrumen dan rubrik penilaian?
6.      Bagaimana pelaksanaan penilaian sikap?
7.      Bagaimana pengolahan hasil penilaian sikap ?
8.      Bagaimana manajemen hasil penilaian sikap?
9.      Apa saja kelebihan dan kelemahan penilaian kompetensi sikap?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahuai pengertian penilaian pencapaian kompetensi sikap
2.      Untuk mengetahui apa saja cakupan penilaian sikap
3.      Untuk mengetahui perumusan indikator dan contohnya
4.      Untuk mengetahui teknik dan bentuk instrumen
5.      Untuk mengetahui contoh instrumen dan rubrik penilaian
6.      Untuk mengetahui pelaksanaan penilaian sikap
7.      Untukmengetahui  pengolahan hasil penilaian sikap
8.      Untuk mengetahui manajemen hasil penilaian sikap
9.      Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan penilaian kompetensi sikap.

1.4  Manfaat
1.      Agar mengetahui pengertian penilaian pencapaian kompetensi sikap
2.      Agar mengetahui apa saja cakupan penilaian sikap
3.      Agar mengetahui perumusan indikator dan contohnya
4.      Agar mengetahui teknik dan bentuk instrumen
5.      Agar mengetahui contoh instrumen dan rubrik penilaian
6.      Agar mengetahui pelaksanaan penilaian sikap
7.      Agar mengetahui  pengolahan hasil penilaian sikap
8.      Agar  mengetahui manajemen hasil penilaian sikap
9.      Agar mengetahui kelebihan dan kelemahan penilaian kompetensi sikap.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Penilaian Pencapaian Kompetensi Sikap Sosial
Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan. Kompetensi sikap yang dimaksud dalam panduan ini adalah ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang dan diwujudkan dalam perilaku.
Penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur sikap peserta didik sebagai hasil dari suatu program pembelajaran. Penilaian sikap juga merupakan aplikasi suatu standar atau sistem pengambilan keputusan terhadap sikap. Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bagian dari pembelajaran adalah refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan sikap peserta didik secara individual.

2.2  Cakupan Penilaian Sikap Sosial
Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang beriman dan bertakwa, dan sikap sosial yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Sikap spiritual sebagai perwujudan dari menguatnya interaksi vertikal dengan Tuhan Yang  Maha Esa, sedangkan sikap sosial sebagai perwujudan eksistensi kesadaran dalam upaya mewujudkan harmoni kehidupan.
Pada jenjang SMK/MAK, kompetensi sikap spiritual mengacu pada KI-1: menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya dan  KI 2: menghayati dan mengamalkan perilaku perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif  dan pro-aktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.



Tabel 1. Cakupan Penilaian Sikap
Penilaian sikap spiritual
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut
Penilaian sikap sosial
1.      jujur
2.      disiplin
3.      tanggung jawab
4.      gotong royong
5.      kerjasama
6.      toleran
7.      damai
8.      santun
9.      responsif
10.  percaya diri


KD pada KI-1: aspek sikap spiritual (untuk matapelajaran tertentu bersifat generik, artinya berlaku untuk seluruh materi pokok). Sedangkan KD pada KI-2: aspek sikap sosial (untuk matapelajaran tertentu bersifat relatif generik, namun beberapa materi pokok tertentu ada KD pada KI-3 yang berbeda dengan KD lain pada KI-2). Guru dapat menambahkan sikap-sikap tersebut menjadi perluasan cakupan penilaian sikap. Perluasan cakupan penilaian sikap didasarkan pada  karakterisitik KD pada KI-1 dan KI-2 setiap matapelajaran.

2.3  Perumusan Indikator dan Contoh Indikator
Acuan penilaian adalah indikator, karena indikator merupakan tanda tercapainya suatu kompetensi. Indikator harus terukur. Dalam konteks Penilaian Sikap, indikator merupakan tanda-tanda yang dimunculkan oleh peserta didik, yang dapat diamati atau diobservasi oleh guru sebagai representasi dari sikap yang dinilai.






Tabel 2. Daftar Deskripsi Indikator


Sikap dan Pengertian
Contoh Indikator
Sikap Spiritual

·      Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu.
·      Menjalankan ibadah tepat waktu.
·      Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut.
·      Bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa;
·      Mensyukuri kemampuan manusia dalam mengendalikan diri
·      Mengucapkan syukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu.
·      Berserah diri (tawakal) kepada Tuhan setelah berikhtiar atau melakukan usaha.
·      Menjaga lingkungan hidup di sekitar rumah tempat tinggal, sekolah dan masyarakat
·      Memelihara hubungan baik dengan sesama umat ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
·      Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa Indonesia.
·      Menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya.
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut
Sikap sosial


·      Tidak menyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan
·      Tidak menjadi plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber)
·      Mengungkapkan perasaan apa adanya
·      Menyerahkan kepada yang berwenang barang yang ditemukan
·      Membuat laporan berdasarkan data atau informasi apa adanya
·      Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki

1.    Jujur
adalah perilaku dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
2.    Disiplin
adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

·      Datang tepat waktu
·      Patuh pada tata tertib atau aturan bersama/ sekolah
·      Mengerjakan/mengumpulkan tugas sesuai  dengan waktu yang ditentukan
·      Mengikuti kaidah berbahasa tulis yang baik dan benar

3.    Tanggungjawab
adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa


·      Melaksanakan tugas individu dengan baik
·      Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan
·      Tidak menyalahkan/menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat
·      Mengembalikan barang yang dipinjam
·      Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan
·      Menepati janji
·      Tidak menyalahkan orang lain utk  kesalahan tindakan kita sendiri
·      Melaksanakan apa yang pernah dikatakan tanpa disuruh/diminta
4.    Toleransi
adalah sikap dan tindakan yang menghargai keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan
·      Tidak mengganggu teman yang berbeda pendapat
·      Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya
·      Dapat menerima kekurangan orang lain
·      Dapat mememaafkan kesalahan orang lain
·      Mampu dan mau bekerja sama dengan siapa pun yang memiliki keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan
·      Tidak memaksakan pendapat atau keyakinan diri pada orang lain
·      Kesediaan untuk belajar dari  (terbuka terhadap) keyakinan dan gagasan orang lain agar dapat memahami orang lain lebih baik
·      Terbuka terhadap atau kesediaan untuk menerima sesuatu yang baru
5.    Gotongroyong
adalah bekerja bersama-sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama dengan saling berbagi tugas dan tolong menolong secara ikhlas.
·      Terlibat aktif dalam bekerja bakti membersihkan kelas atau sekolah
·      Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan
·      Bersedia membantu orang lain tanpa mengharap imbalan
·      Aktif dalam kerja kelompok
·      Memusatkan perhatian pada tujuan kelompok
·      Tidak mendahulukan kepentingan pribadi
·      Mencari jalan untuk mengatasi perbedaan pendapat/pikiran antara diri sendiri dengan orang lain
·      Mendorong orang lain untuk bekerja sama demi mencapai tujuan bersama
6.    Santun atau sopan
adalah sikap baik dalam pergaulan baik dalam berbahasa maupun bertingkah laku. Norma kesantunan bersifat relatif, artinya yang dianggap baik/santun pada tempat dan waktu tertentu bisa berbeda pada tempat dan waktu yang lain.

·      Menghormati orang yang lebih tua.
·      Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan takabur.
·      Tidak meludah di sembarang tempat.
·      Tidak menyela pembicaraan pada waktu yang tidak tepat
·      Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain
·      Bersikap 3S (salam, senyum, sapa)
·      Meminta ijin ketika akan memasuki ruangan orang lain atau menggunakan barang milik orang lain
·      Memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan
7.    Percaya diri
adalah kondisi mental atau psikologis seseorang yang memberi keyakinan kuat untuk berbuat atau bertindak

·      Berpendapat atau melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu.
·      Mampu membuat keputusan dengan cepat
·      Tidak mudah putus asa
·      Tidak canggung dalam bertindak
·      Berani presentasi di depan kelas
·      Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan

2.4  Teknik dan Bentuk Instrumen
a.      Teknik Observasi
Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan instrumen  yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Observasi langsung dilaksanakan oleh guru secara langsung tanpa perantara orang lain. Sedangkan observasi tidak langsung dengan bantuan orang lain, seperti guru lain, orang tua, peserta didik, dan karyawan sekolah.
Bentuk instrumen yang digunakan untuk observasi adalah pedoman observasi yang berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik. Daftar cek digunakan untuk mengamati ada tidaknya suatu sikap atau perilaku. Sedangkan skala penilaian menentukan posisi sikap atau perilaku peserta didik dalam suatu rentangan sikap. Pedoman observasi secara umum memuat pernyataan sikap atau perilaku yang diamati dan hasil pengamatan sikap atau perilaku sesuai kenyataan. Pernyataan memuat sikap atau perilaku yang positif atau negatif sesuai indikator penjabaran sikap dalam kompetensi inti dan kompetensi dasar. Rentang skala hasil pengamatan antara lain berupa  :
1)      Selalu, sering, kadang-kadang, tidak pernah
2)      Sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik
(lihat lembar contoh instrumen).
Pedoman observasi dilengkapi juga dengan rubrik dan petunjuk penskoran. Rubrik memuat petunjuk/uraian dalam penilaian skala atau daftar cek. Sedangkan petunjuk penskoran memuat cara memberikan skor dan mengolah skor menjadi nilai akhir. Agar observasi lebih efektif dan terarah hendaknya :
1)      Dilakukan dengan tujuan jelas dan direncanakan sebelumnya. Perencanaan mencakup indikator atau aspek yang akan diamati dari suatu proses.
2)      Menggunakan pedoman observasi berupa daftar cek atau skala penilaian.
3)      Pencatatan dilakukan selekas mungkin.
4)      Kesimpulan dibuat setelah program observasi selesai dilaksanakan.

b.      Penilaian Diri
Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri menggunakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik.
Skala penilaian dapat disusun dalam bentuk skala Likert atau skala semantic differential. Skala Likert adalah skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena.  Sedangkan skala semantic differential yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negatif terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya.
Data yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala semantic differential adalah data interval. Skala bentuk ini biasanya digunakan untuk mengukur sikap atau karakteristik tertentu yang dimiliki seseorang.
Kriteria penyusunan lembar penilaian diri:
2)      Gunakan kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti oleh responden.
3)      Usahakan pertanyaan yang jelas dan khusus
4)      Hindarkan pertanyaan yang mempunyai lebih dari satu pengertian
5)      Hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti
6)      Pertanyaan harus berlaku bagi semua responden

c.       Penilaian Antarpeserta didik
Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan untuk penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek dan skala penilaian (rating scale) dengan teknik sosiometri berbasis kelas. Guru dapat menggunakan salah satu dari keduanya atau menggunakan dua-duanya.

d.      Jurnal
Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
Kelebihan yang ada pada jurnal adalah peristiwa/kejadian dicatat dengan segera. Dengan demikian, jurnal bersifat asli dan objektif dan dapat digunakan untuk memahami peserta didik dengan lebih tepat. Sementara itu, kelemahan yang ada pada jurnal adalah reliabilitas yang dimiliki rendah, menuntut waktu yang banyak, perlu kesabaran dalam menanti munculnya peristiwa sehingga dapat mengganggu perhatian dan tugas guru, apabila pencatatan tidak dilakukan dengan segera, maka objektivitasnya berkurang.
Terkait dengan pencatatan jurnal, maka guru perlu mengenal dan memperhatikan perilaku peserta didik baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Aspek-aspek pengamatan ditentukan terlebih dahulu oleh guru sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diajar. Aspek-aspek pengamatan yang sudah ditentukan tersebut kemudian dikomunikasikan terlebih dahulu dengan peserta didik di awal semester.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat jurnal adalah:
1)      Catatan atas pengamatan guru harus objektif
2)      Pengamatan dilaksanakan secara selektif, artinya yang dicatat hanyalah kejadian / peristiwa yang berkaitan dengan Kompetensi Inti.
3)      Pencatatan segera dilakukan (jangan ditunda-tunda)



Pedoman umum penskoran jurnal:
1)      Penyekoran pada jurnal dapat dilakukan dengan menggunakan skala likert. Sebagai contoh skala 1 sampai dengan 4.
2)      Guru menentukan aspek-aspek yang akan diamati.
3)      Pada masing-masing aspek, guru menentukan indikator yang diamati.
4)      Setiap aspek yang sesuai dengan indikator yang muncul pada diri peserta didik diberi skor 1, sedangkan yang tidak muncul diberi skor 0.
5)      Jumlahkan skor pada masing-masing aspek.
6)      Skor yang diperoleh pada masing-masing aspek kemudian direratakan
7)      Nilai  Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K) ditentukan dengan cara menghitung rata-rata skor dan membandingkan dengan kriteria penilaian.

2.5  Contoh Instrumen beserta Rubrik Penilaian
  1. Observasi
Pedoman Observasi Sikap Spiritual
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan  sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                   : ………………….
Kelas                                          : ………………….
Tanggal Pengamatan                  : …………………..
Materi Pokok                             : …………………..



No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu




2
Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan




3
Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi




4
Mengungkapakan kekaguman secara lisan maupun tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan




5
Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan




Jumlah Skor





Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :


Contoh :
Skor diperoleh 14, skor maksimal 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir :

Sesuai Permendikbud No 81A Tahun 2013 peserta didik memperoleh nilai adalah :
Sangat Baik   : apabila memperoleh skor : 3,33 < skor ≤ 4,00
Baik                : apabila memperoleh skor : 2,33 < skor ≤ 3,33
Cukup                        : apabila memperoleh skor : 1,33 < skor ≤ 2,33
Kurang           : apabila memperoleh skor:  skor ≤ 1,33






Pedoman Observasi Sikap Jujur

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kejujuran. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap jujur yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan  sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                     : ………………….
Kelas                                            : ………………….
Tanggal Pengamatan                    : …………………..
Materi Pokok                               : …………………..



No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Tidak nyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan/tugas




2
Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas




3
Mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu apa adanya




4
Melaporkan data atau informasi apa adanya




5
Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki




Jumlah Skor





Petunjuk Penskoran :
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual



Pedoman Observasi Sikap Disiplin
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kedisiplinan. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap disiplin yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
Ya     = apabila peserta didik menunjukkan perbuatan sesuai  aspek pengamatan
Tidak = apabila peserta didik tidak menunjukkan perbuatan  sesuai aspek pengamatan.

Nama Peserta Didik                       : ………………….
Kelas                                               : ………………….
Tanggal Pengamatan                      : …………………..
Materi Pokok                                  : …………………..

No
Sikap yang diamati
Melakukan
Ya
Tidak
1
Masuk kelas tepat waktu


2
Mengumpulkan tugas tepat waktu


3
Memakai seragam sesuai tata tertib


4
Mengerjakan tugas yang diberikan


5
Tertib dalam mengikuti pembelajaran


6
Mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan


7
Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran


8
Membawa buku teks mata pelajaran


Jumlah



  Petunjuk Penskoran :
Jawaban YA diberi skor 1, dan jawaban TIDAK diberi skor 0
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
Contoh :
Jawaban YA sebanyak 6, maka diperoleh skor 6, dan skor tertinggi 8 maka skor akhir adalah :
Peserta didik memperoleh nilai dapat menggunakan seperti dalam pedoman observasi sikap spritual.
Pedoman Observasi Sikap Tanggung Jawab
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam tanggung jawab. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap tanggung jawab yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan


Nama Peserta Didik              : ………………….
Kelas                                                 : ………………….
Tanggal Pengamatan             : …………………..
Materi Pokok                                    : …………………..

No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Melaksanakan tugas individu dengan baik




2
Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan




3
Tidak menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat




4
Mengembalikan barang yang dipinjam




5
Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan




Jumlah Skor





Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual



Pedoman Observasi Sikap Toleransi
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru/teman untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam toleransi. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap toleransi yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan  sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                     : ………………….
Kelas                                            : ………………….
Tanggal Pengamatan                    : …………………..
Materi Pokok                               : …………………..
No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Menghormati pendapat teman




2
Menghormati teman yang berbeda suku, agama, ras, budaya, dan gender




3
Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya




4
Menerima kekurangan orang lain




5
Mememaafkan kesalahan orang lain




Jumlah Skor





Petunjuk penskoran:
           Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual




Pedoman Observasi Sikap Gotong Royong
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru/teman untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam gotong royong. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap gotong royong  yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan  sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                       : ………………….
Kelas                                   : ………………….
Tanggal Pengamatan                      : …………………..
Materi Pokok                      : …………………..
No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Aktif dalam kerja kelompok




2
Suka menolong teman/orang lain




3
Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan




4
Rela berkorban untuk orang lain




Jumlah Skor




Petunjuk Penskoran:
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual




Pedoman Observasi Sikap Santun
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam kesantunan. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap santun yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan  kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                   : ………………….
Kelas                                          : ………………….
Tanggal Pengamatan                  : …………………..
Materi Pokok                             : …………………..
No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Menghormati orang yang lebih tua




2
Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain




3
Menggunakan bahasa santun saat menyampaikan pendapat




4
Menggunakan bahasa santun saat mengkritik pendapat teman




5
Bersikap 3S (salam, senyum, sapa) saat bertemu orang lain




Jumlah Skor




                Petunjuk Penskoran : Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual.




Pedoman Observasi Sikap Percaya Diri
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru/teman untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam percaya diri. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap percaya diri yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan  sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                : ………………….
Kelas                                       : ………………….
Tanggal Pengamatan               : …………………..
Materi Pokok                           : …………………..
No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Berani presentasi di depan kelas




2
Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan




3
Berpendapat atau melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu




4
Mampu membuat keputusan dengan cepat




5
Tidak mudah putus asa/pantang menyerah




Jumlah Skor





Petunjuk Penskoran:  Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual



Contoh lain instrumen penilaian adalah :

Lembar Pengamatan Sikap

Kelas                           : ……………………….
Hari, tanggal               : ……………………….
Materi Pokok/Tema     : ……………………….

           
No
Nama Peserta Didik
Sikap
Keterangan
Jujur
Disiplin
Tanggung Jawab
Toleransi
Gotong Royong
Santun
Percaya Idris









































Keterangan Penskoran :
4 =  apabila selalu konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap
3 =  apabila sering konsisten menunjukkan sikap sesuai aspeksikap dan
       kadang-kadang tidak sesuai aspek sikap
2 =   apabila kadang-kadang konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap dan sering tidak sesuai aspek sikap
1 =  apabila tidak pernah konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap



  1. Penilaian Diri

LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP SPIRITUAL

PETUNJUK
1.      Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti
2.      berilah tanda cek (√) sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan  kalian sehari-hari

Nama Peserta Didik         :           ………………….
Kelas                                :           ………………….
Materi Pokok                   :           ………………….
Tanggal                             :          ………………….
No
Pernyataan
TP
KD
SR
SL
1
Saya semakin yakin dengan keberadaan Tuhan setelah mempelajari ilmu pengetahuan




2
Saya berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu kegiatan




3
Saya mengucapkan rasa syukur atas segala karunia Tuhan




4
Saya memberi salam sebelum dan sesudah mengungkapkan pendapat di depan umum 




5
Saya mengungkapkan keagungan Tuhan apabila melihat kebesaranNya




Jumlah





Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual



LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP JUJUR

Nama Peserta Didik    :           ………………….
Kelas                           :           ………………….
Materi Pokok              :           ………………….
Tanggal                       :           ………………….

PETUNJUK
1.      Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti
2.      berilah tanda cek (√) sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan  kalian sehari-hari

No
Pernyataan
TP
KD
SR
SL
1
Saya menyontek pada saat mengerjakan Ulangan




2
Saya menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya pada saat mengerjakan tugas




3
Saya melaporkan kepada yang berwenang jika menemukan barang




4
Saya berani mengakui kesalahan yang saya dilakukan




5
Saya mengerjakan soal ujian tanpa melihat jawaban teman yang lain





Keterangan :
·         SL  = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
·         SR  = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang
               tidak  melakukan
·         KD = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan  sering  tidak melakukan
·         TP  = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Petunjuk Penskoran :
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual



LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP TANGGUNGJAWAB

Nama Peserta Didik    :           ………………….
Kelas                           :           ………………….
Materi Pokok              :           ………………….
Tanggal                       :           ………………….

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik sendiri untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam tanggung jawab. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap tanggung jawab yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Sebagai peserta didik saya melakukan tugas-tugas dengan baik




2
Saya berani menerima resiko atas tindakan yang dilakukan




3
Saya menuduh orang lain tanpa bukti




4
Saya mau mengembalikan barang yang dipinjam dari orang lain




5
Saya berani meminta maaf jika melakukan kesalahan yang merugikan orang lain





Petunjuk Penskoran:
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual



LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP DISIPLIN

Nama Peserta Didik    :           ………………….
Kelas                           :           ………………….
Materi Pokok              :           ………………….
Tanggal                       :           ………………….

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik untuk menilai sikap disiplin diri peserta didik.
Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap disiplin yang kamu miliki sebagai berikut :

Ya       = apabila kamu menunjukkan perbuatan sesuai pernyataan
Tidak   = apabila kamu tidak menunjukkan perbuatan sesuai  pernyataan.




No
Sikap yang diamati
Melakukan
Ya
Tidak
1
Saya masuk kelas tepat waktu


2
Saya mengumpulkan tugas tepat waktu


3
Saya memakai seragam sesuai tata tertib


4
Saya mengerjakan tugas yang diberikan


5
Saya tertib dalam mengikuti pembelajaran


6
Saya mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan


7
Saya membawa buku tulis sesuai mata pelajaran


8
Saya membawa buku teks mata pelajaran


Jumlah



Petunjuk Penyekoran:
Jawaban YA diberi skor 1, dan jawaban TIDAK diberi skor 0
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
Contoh :
Jawaban YA sebanyak 6, maka diperoleh nilai skor 6, dan skor maksimal 8 maka nilai akhir adalah :
Kriteria perolehan nilai sama dapat menggunakan seperti dalam pedoman observasi.


LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP GOTONG ROYONG

Nama Peserta Didik                      :           ………………….
Kelas                                 :           ………………….
Materi Pokok                    :           ………………….
Tanggal                             :           ………………….

PETUNJUK PENGISIAN:
1.      Cermatilah kolom-kolom sikap di bawah ini!
2.      Jawablah dengan jujur sesuai dengan sikap yang kamu miliki.
3.      Lingkarilah salah satu angka yang ada dalam kolom yang sesuai dengan keadaanmu
4 = jika sikap yang kamu miliki sesuai dengan selalu positif
3 = Jika sikap yang kamu miliki positif tetapi sering positif kadang  kadang muncul sikap negatif
2 = Jika sikap yang kamu miliki sering negatif tapi tetapi kadang kadang muncul sikap positif
1 = Jika sikap yang kamu miliki selalu negatif

Rela berbagi
4
3
2
1
Egois
Aktif
4
3
2
1
Pasif
Bekerja sama
4
3
2
1
Individualistis
Ikhlas
4
3
2
1
Pamrih

Petunjuk Penskoran : Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual




LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP TOLERANSI

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik sendiri  untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam toleransi. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap toleransi yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik                   : ………………….
Kelas                                          : ………………….
Tanggal Pengamatan                  : …………………..
Materi Pokok                             : …………………..



No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Saya menghormati teman yang berbeda pendapat




2
Saya menghormati teman yang berbeda suku, agama, ras, budaya, dan gender




3
Saya menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya




4
Saya menerima kekurangan orang lain




5
Saya memaafkan kesalahan orang lain




Jumlah Skor





Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual
      


LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP PERCAYA DIRI

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik sendiri untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam percaya diri. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap percaya diri yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :

4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan  sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan


Nama Peserta Didik               : ………………….
Kelas                                       : ………………….
Tanggal Pengamatan              : …………………..
Materi Pokok                          : …………………..

No
Aspek Pengamatan
Skor
1
2
3
4
1
Saya melakukan segala sesuatu tanpa ragu-ragu




2
Saya berani mengambil keputusan secara cepat dan bisa dipertanggungjawabkan




3
Saya tidak mudah putus asa




4
Saya berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki di depan orang banyak




5
Saya berani mencoba hal-hal yang baru




Jumlah Skor




                       
Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual





LEMBAR PENILAIAN DIRI
SIKAP SANTUN
Nama Peserta Didik    :           ………………….
Kelas                           :           ………………….
Materi Pokok              :           ………………….
Tanggal                       :           ………………….

PETUNJUK PENGISIAN:
1.      Bacalah dengan teliti pernyataan pernyataan yang pada kolom di bawah ini!
2.      Tanggapilah pernyataan-pernyataan tersebut dengan member tanda cek (√) pada kolom:
STS : Jika kamu sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut
TS  : Jika kamu tidak setuju dengan pernyataan tersebut
S    : Jika kamu setuju dengan pernyataan tersebut
SS  : Jika kamu sangat setuju dengan pernyataan tersebut

No
Pernyataan
Penilaian
STS
TS
S
SS
1
Saya menghormasti orang yang lebih tua




2
Saya tidak berkata kata kotor, kasar dan takabur




3
Saya meludah di tempat sembarangan




4
Saya tidak menyela pembicaraan




5
Saya mengucapkan terima kasih saat menerima bantuan dari orang lain




6
Saya tersenyum, menyapa, memberi salam kepada orang yang ada di sekitar kita




Keterangan:       
Pernyataan positif :
·         1 untuk sangat tidak setuju (STS),
·         2 untuk tidak setuju (TS), ,
·         3 untuk setuju (S),
·         4 untuk sangat setuju (SS).
Pernyataan negatif :
·         1 untuk sangat setuju (SS),
·         2 untuk setuju (S),
·         3 untuk tidak setuju (TS),
·         4 untuk sangat tidak setuju (S)

Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap spiritual

      c. Penilaian Antarpeserta didik
1)        Daftar Cek
Lembar Penilaian Antarpeserta Didik
Sikap Disiplin

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik untuk menilai sikap sosial peserta didik lain dalam kedisiplinan. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap disiplin yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
Ya     = apabila peserta didik menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan
Tidak = apabila peserta didik tidak menunjukkan perbuatan  sesuai aspek pengamatan.

Nama penilai                                         : Tidak diisi
Nama peserta didik yang dinilai           : ...............
Kelas                                                     : ...............
Mata pelajaran                                       : ...............

No
Sikap yang diamati
Melakukan
Ya
Tidak
1
Masuk kelas tepat waktu


2
Mengumpulkan tugas tepat waktu


3
Memakai seragam sesuai tata tertib


4
Mengerjakan tugas yang diberikan


5
Tertib dalam mengikuti pembelajaran


6
Mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang ditetapkan


7
Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran


8
Membawa buku teks mata pelajaran


Jumlah



Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada  pedoman observasi sikap disiplin

2)             Skala Penilaian (rating scale)
Skala penilaian akan digunakan dengan teknik sosiometri berbasis kelas. Langkah penilaian antarpeserta didik diatur sebagai berikut:
1)        Guru mata pelajaran menyiapkan instrumen penilaian skala penilaian berupa skala penilaian (rating scale) sesuai dengan sikap yang akan dinilai dari kompetensi inti spiritual dan sosial. 
2)        Guru mata pelajaran membagikan instrumen penilaian kepada setiap peserta didik di setiap kelas.
3)        Peserta didik menentukan nomor rangking kedudukan teman-temannya dari urutan nomor 1 (satu) sampai nomor terakhir sesuai dengan jumlah peserta didik di kelas bersangkutan, kecuali nama dirinya sendiri. Nomor urut 1 (satu) adalah teman yang dianggap paling baik dalam bersikap dan berperilaku tertentu dan nomor urut terakhir adalah yang dianggap kurang baik.
4)        Penyelenggaraan penilaian antarpeserta didik dilakukan oleh guru mata pelajaran minimal satu kali dalam satu semester dengan jadwal yang diatur oleh kepala sekolah sehingga tidak dilakukan serentak dalam satu minggu.
5)        Hasil penilaian sikap peserta didik diolah oleh guru dan dilaporkan kepada wali kelas.
6)        Wali kelas menggabungkan skor penilaian sikap dengan nilai yang diperoleh dari penilaian observasi, penilaian diri, dan jurnal.

Contoh Instrumen:

DAFTAR CEK PENILAIAN ANTARPESERTA DIDIK

Nama penilai                                       : Tidak diisi
Nama peserta didik yang dinilai         : ...............
Kelas                                                   : ...............
Mata pelajaran                                     : ...............

Berilah tanda cek pada kolom pilihan berikut dengan
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan


No
Aspek Pengamatan
Skor
4
3
2
1
1
Tidak nyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan




2
Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam mengerjakan setiap tugas




3
Mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa adanya




4
Melaporkan data atau informasi apa adanya





JUMLAH





Petunjuk penskoran :
Lihat petunjuk penskoran pedoman observasi sikap disiplin

  1. Jurnal
1)      Model Pertama
Petunjuk pengisian jurnal (diisi oleh guru):
a)      Tulislah identitas peserta didik yang diamati
b)      Tulislah tanggal pengamatan.
c)      Tulislah aspek yang diamati oleh guru.
d)     Ceritakan kejadian-kejadian yang dialami oleh Peserta didik baik yang merupakan kekuatan Peserta didik maupun kelemahan Peserta didik sesuai dengan pengamatan guru terkait dengan Kompetensi Inti.
e)      Tulislah dengan segera kejadian
f)       Setiap kejadian per anak ditulis pada kartu yang berbeda.
g)      Simpanlah kartu tersebut di dalam folder masing-masing Peserta didik

Format:

Jurnal
Nama Peserta Didik    : ………………………….
Nomor peserta Didik  : ………………………….
Tanggal                       : ………………………….
Aspek yang diamati    : ………………………….
Kejadian                      : ………………………….

Guru:
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
……………………………………………………………………….
 
 









Petunjuk penskoran:
Lihat petunjuk penskoran pedoman observasi sikap disiplin

2)      Model Kedua
Petunjuk pengisian jurnal (diisi oleh guru):
a)      Tulislah Aspek yang diamati
b)      Tulislah identitas peserta didik yang diamati
c)      Tulislah tanggal pengamatan.
d)     Tulislah aspek yang diamati oleh guru.
e)      Ceritakan kejadian-kejadian yang dialami oleh Peserta didik baik yang merupakan kekuatan Peserta didik maupun kelemahan Peserta didik sesuai dengan pengamatan guru terkait dengan Kompetensi Inti.
f)       Tulislah dengan segera kejadian yang diamati
g)      Setiap kejadian per anak ditulis pada kartu yang berbeda.
h)      Simpanlah kartu tersebut di dalam folder masing-masing Peserta didik

Contoh Format Jurnal
Jurnal

Nama Peserta Didik    : ………………..
Aspek yang diamati    : ………………..
N   No.
Hari/ Tanggal
Kejadian
Keterangan









2.6  Pelaksanaan Hasil Penilaian
            Pelaksanaan penilaian kompetensi sikap dilakukan oleh pendidik setiap mata pelajaran untuk dilaporkan kepada wali kelas yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai laporan penilaian satuan pendidikan. Secara umum, pelaksanaan penilaian sikap sama dengan penilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan yaitu harus berlangsung dalam suasana kondusif, tenang dan nyaman dengan menerapkan prinsip valid, objektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh, menggunakan acuan kriteria, dan akuntabel.
Tahap Pelaksanaan Penilaian kompetensi sikap adalah sebagai berikut:
a.       Pada awal semester, pendidik menginformasikan tentang kompetensi sikap yang akan dinilai yaitu sikap spiritual, jujur, disiplin, tanggungjawab, toleransi, gotong royong, santun atau sopan, atau percaya diri.
b.      Pendidik mengembangkan instrumen penilaian sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan indikator kompetensi sikap yang telah ditetapkan sebelumnya dalam RPP. Bentuk instrumen yang dikembangkan disesuaikan dengan jenis aspek yang akan dinilai dengan demikian pendidik dapat memilih salah satu dari empat bentuk instrumen yang direkomendasikan oleh Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 Tentang Standar Penilaian Pendidikan yaitu observasi, penilaian diri, penilaian antar teman, dan jurnal
c.       Pendidik memberi penjelasan tentang kriteria penilaian untuk setiap sikap yang akan dinilai termasuk bentuk instrumen yang akan digunakannya.
d.      Memeriksa dan mengolah hasil penilaian dengan mengacu pada pedoman penskoran dan kriteria penilaian yang telah ditetapkan sebelumnya.
e.       Hasil penilaian diinformasikan kepada masing-masing peserta didik pada setiap akhir pekan dengan tujuan untuk (a) mengetahui kemajuan hasil pengembangan sikapnya, (b) mengetahui kompetensi sikap yang belum dan yang sudah dicapai sesuai kriteria yang ditetapkan, (c) memotivasi peserta didik agar memperbaiki sikap yang masih rendah dan berusaha mempertahankan sikap yang telah baik, dan (d) menjadi bagian refleksi bagi pendidik untuk memperbaiki strategi pengembangan sikap peserta didik di masa yang akan datang.
f.       Tindak lanjut hasil penilaian sikap setiap minggu dijadikan dasar untuk melakukan proses pembinaan dan pengembangan sikap yang disisipkan dalam mata pelajaran yang bersangkutan tanpa harus memperhatikan pencapaian kompetensi dasar terkait dari aspek kompetensi sikap.
g.      Pada akhir semester, setiap skor penilaian harian selama satu semester dibuat grafik perkembangannya dan nilai akhir ditetapkan dari rata-rata nilai kompetensi sikap. Grafik perkembangan digunakan sebagai bahan refleksi proses pembelajaran dan pembinaan sikap. Rata-rata nilai kompetensi sikap diserahkan kepada wali kelas oleh masing-masing pendidik pengampu mata pelajaran sebagai nilai raport

2.7  Pengolahan Penilaian
Data penilaian sikap bersumber dari hasil penilaian melalui teknik observasi, penilaian diri, penilaian antarpeserta didik, dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik. Sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.
Pada akhir semester, guru mata pelajaran dan wali kelas berkewajiban melaporkan hasil penilaian sikap, baik sikap spiritual dan sikap sosial secara integratif. Laporan penilaian sikap  dalam bentuk nilai kualitatif dan deskripsi  dari sikap peserta didik untuk mata pelajaran yang bersangkutan dan antarmata pelajaran. Nilai kualitatif menggambarkan posisi relatif peserta didik terhadap kriteria yang ditentukan. Kriteria penilaian kualitatif dikategorikan menjadi 4 kategori yaitu :

a.       sangat baik (SB)
b.      baik (B),
c.       cukup (C),
d.      kurang (K).
Sedangkan deskripsi memuat uraian secara naratif pencapaian kompetensi sikap sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran . Deskripsi sikap pada setiap mata pelajaran menguraikan kelebihan sikap peserta didik, dan sikap yang masih perlu ditingkatkan
Contoh uraian deskripsi sikap dalam mata pelajaran antara lain :
·      Menunjukkan sikap yang baik dalam kejujuran, disiplin, perlu ditingkatkan sikap percaya diri
·      Menunjukkan sikap yang baik dalam kejujuran, disiplin, dan percaya diri
Sedangkan deskripsi sikap antarmata pelajaran menjadi tanggung jawab wali kelas melalui analisis nilai sikap setiap mata pelajaran dan proses diskusi secara periodik dengan guru mata pelajaran. Deskripsi sikap antarmata pelajaran menguraikan kelebihan sikap peserta didik, dan sikap yang masih perlu ditingkatkan apabila ada secara keseluruhan, serta rekomendasi untuk peningkatan.
      Contoh uraian deskripsi sikap  antar matapelajaran antara lain :
·      Menunjukkan sikap yang baik dalam kejujuran, disiplin, toleransi, gotong royong, santun, dan percaya diri. Perlu ditingkatkan sikap tanggung jawab, melalui pembiasaan penugasan mandiri di rumah.
·      Menunjukkan sikap yang baik dalam kejujuran, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, santun, dan percaya diri
Pelaksanaan penilaian sikap menggunakan berbagai teknik dan bentuk penilaian yang bervariasi dan berkelanjutan agar menghasilkan penilaian otentik secara utuh. Nilai sikap diperoleh melalui proses pengolahan nilai sikap.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan nilai antara lain :
a.       Pengolahan nilai sikap dilakukan pada akhir kompetensi dasar dan akhir semester.
b.      Pengolahan nilai berdasarkan sikap yang diharapkan sesuai tuntutan kompetensi dasar.
c.       Pengolahan nilai ini bersumber pada nilai yang diperoleh melalui berbagai teknik penilaian .
d.      Menentukan pembobotan yang berbeda untuk setiap teknik penilaian apabila diperlukan, dengan mengutamakan teknik observasi memiliki bobot lebih besar.
e.       Pengolahan nilai akhir semester bersumber pada semua nilai sikap sesuai kompetensi dasar semester bersangkutan.

Konversi nilai sikap sesuai dengan Permendikbud No. 81 A Tahun 2013 :
Predikat
Nilai Kompetensi
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap
          A
            4
            4
SB
          A -
            3.66
            3.66
          B +
            3.33
            3.33
B
          B
            3
            3
          B -
            2.66
            2.66
          C +
            2.33
            2.33
C
          C
            2
            2
          C -
            1.66
            1.66
          D +
            1.33
            1.33
D
          D
            1
            1

Contoh Pengolahan Nilai Sikap
a.      Pengolahan Nilai Sikap Mata Pelajaran
1)      Nilai Sikap
Suatu penilaian sikap peduli menghasilkan skor 3,6 dengan teknik penilaian antarpeserta didik, dan skor 2,8 dengan observasi guru. Apabila bobot penilaian antarpeserta didik adalah 1, sedangkan observasi 2, maka perolehan skor akhir adalah :
Karena skor akhir adalah 3,07 maka nilainya adalah Baik (B).

2)      Deskripsi Sikap:
Deskripsi sikap dirumuskan berdasarkan akumulasi capaian sikap selama pembelajaran sejumlah kompetensi dasar (KD) pada semester berjalan. Rumusan deskripsi sikap berdasarkan kecenderungan perolehan capaian nilai. Contoh sebagai berikut :
·           Menunjukkan sikap jujur, iman dan taqwa, dan tanggung  yang sangat baik , perlu ditingkatkan  sikap disiplin.
·           Sikap sudah sangat baik, namun sikap disiplin masih perlu ditingkatkan.





Contoh pengolahan nilai :
Sikap
Mata Pelajaran
Rata-Rata
Nilai Akhir
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jujur
3.2
2.4
3.7
3.5
3
2.78
2.5
2.33
3.4
3.1
2.9
Baik
Disiplin
3.4
3.2
3.1
3.5
3.4
3.4
3.0
3.5
2.9
3.0
3.24
Baik
Kerjasama
1.7
2.9
2.3
2.4
3.5
1.4
3.5
1.5
3.6
2.1
2.5
Baik

b.      Pengolahan Nilai Sikap Antarmata pelajaran
1)      Penilaian dilakukan oleh seluruh guru mata pelajaran dan dikoordinasi oleh wali kelas.
2)      Proses penilaian dilakukan melalui analisis sikap setiap mata pelajaran dan disampaikan dalam diskusi antar guru.
3)      Diskusi bisa dilakukan secara periodik, berkesinambungan, melalui konferensi, maupun melalui rapat penilaian untuk kenaikan kelas
4)      Deskripsi sikap antarmata pelajaran bersumber pada nilai kualitatif dan deskripsi setiap mata pelajaran. Guru mata pelajaran menyerahkan skor akhir, nilai kualitatif, dan deskripsi sikap pada wali kelas.
5)      Contoh pengolahan nilai sikap antarmata pelajaran :
Peserta didik memperoleh nilai sebagai berikut :

No
Nama Siswa
Mata Pelajaran
Rata-rata Skor
Antarmata pelajaran
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
,,,,,,,
3.66
3.33
3
3.33
2.66
3.33
3
3.33
3
2.66
3.13














Deskripsi nilai sikap :
Menunjukkan sikap yang baik dalam kejujuran, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, santun, dan percaya diri

2.8  Manajemen Hasil Penilaian Sikap
a.         Pelaporan penilaian sikap oleh guru dilakukan secara berkala kepada peserta didik, orang tua, dan satuan pendidikan.
b.        Pelaporan kepada peserta didik dilakukan selekas mungkin setelah proses penilaian selesai. Seperti hasil observasi, penilaian diri, penilaian antarpeserta didik, dan jurnal. Pelaporan kepada orang tua peserta didik dapat dilakukan melalui peserta didik, dan orang tua menandatangani hasil penilaian tersebut.
c.         Pelaporan kepada orang tua peserta didik dapat dilakukan secara berkala setiap tengah semester dan akhir semester. Bentuk laporan ini berupa laporan hasil penilaian tengah semester dan buku rapor.
d.        Sesuai prinsip akuntabilitas maka pendidik wajib melakukan dokumentasi proses penilaian secara sistematis, teliti, dan rapi. Dokumentasi proses penilaian dapat berupa :
1)      Portofolio yang merupakan kumpulan hasil penilaian peserta didik
2)      Soft file data penilaian memanfaatkan TIK.
3)      Buku nilai secara terintegrasi antara kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan

e.         Hasil  penilaian  oleh  pendidik  dianalisis  lebih  lanjut  untuk mengetahui kemajuan dan kesulitan belajar, dikembalikan kepada peserta didik disertai balikan (feedback) berupa komentar yang mendidik (penguatan)  yang  dilaporkan  kepada pihak terkait dan dimanfaatkan untuk perbaikan pembelajaran.
f.         Program remedial dan pengayaan dilaksanakan sebagai tindak lanjut analisis hasil penilaian. Namun bentuk dan layanan kedua program ini berbeda dengan pencapaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Bentuk layanan remedial dapat dilakukan melalui kegiatan bimbingan konseling, pembiasaan terprogram, maupun cara yang lain. Kegiatan layanan ini dapat melibatkan guru bimbingan konseling, wali kelas, atau guru lain yang sesuai.
Sedangkan program pengayaan dapat dilakukan dengan bentuk tutorial sebaya seperti keteladanan, kerja kelompok, dan kelompok diskusi.

2.9       Kelebihan dan Kelemahan Penilaian Kompetensi Sikap
Kelebihan dari penilaian kompetensi sikap adalah:
1.      Dapat dilakukan dengan proses belajar mengajar;
2.      Dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung melalui hasil kerja peserta didik;
3.      Dapat mengetahui faktor penyebab berhasil tidaknya proses pembelajaran peserta didik;
4.      Mengajak peserta didik bersikap jujur;
5.      Mengajak peserta didik menjalankan tugasnya supaya tepat waktu;
6.      Sikap peserta didik terhadap pelajaran dapat diketahui;
7.      Dapat mengetahui faktor-faktor keterbatasan peserta didik;
8.      Dapat melihat karakter peserta didik sehingga kendala yang muncul dapat diatasi;
9.      Peserta didik akan memotivasi untuk terus berbenah diri karena kreativitas sangat dituntut;
10.  Dapat merendam egoisme individu setelah diberi tahu sikapnya;
11.  Peserta didik dapat lebih bertanggungjawab pada tugasnya; dan
12.  Peserta didik bisa bekerja sama dan saling menghargai antar teman.

Sedangkan kelemahan dari penilaian sikap adalah:
1.      Sulit dilakukan pengamatan pada jumlah peserta didik yang terlalu banyak;
2.      Membutuhkan alat penilaian yang tepat;
3.      Memerlukan waktu pengamatan yang cukup lama;
4.      Menuntut profesionalisme guru karena mengamati peserta didik yang terlalu banyak;
5.      Penilaiannya subjektif;
6.      Kurang dapat dijadikan acuan karena sikap peserta didik dapat berubah-ubah;
7.      Terlalu banyak format yang melelahkan guru, perlu persiapan yang lengkap;
8.      Sulit mengadopsi sikap peserta didik yang beragam;
9.      Sulit menyamakan persepsi karena latar belakang yang berbeda;
10.  Sikap peserta didik yang kurang terbuka menyulitkan penilaian;
11.  Sangat tergantung situasi yang sedang dialami peserta didik sehingga hasilnya berpeluang berbeda;
12.  Jawaban peserta didik sulit diuji kejujurannya;
13.  Guru lebih menanggapi peserta didik yang aktif saja, yang kurang aktif kurang terpantau; dan
14.  Kadang tidak sejalan dengan intelegensinya.












BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
1.    Penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur sikap peserta didik sebagai hasil dari suatu program pembelajaran.
2.    Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang beriman dan bertakwa, dan sikap sosial yang terkait dengan pembentukan peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.
3.    Indikator merupakan tanda tercapainya suatu kompetensi. Dalam konteks Penilaian Sikap, yang dapat diamati atau diobservasi oleh guru sebagai representasi dari sikap yang dinilai.
4.    Teknik dan Bentuk Instrumen berupa  Teknik Observasi, penilaian diri, Penilaian Antarpeserta didik, dan jurnal  dan bentuk instrumen yang berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik.
5.    Contoh Instrumen beserta Rubrik Penilaian terbagi atas dua yaitu observasi dan penilaian diri.
6.    Tahap Pelaksanaan Penilaian kompetensi sikap dimulai Pada awal semester, Pendidik mengembangkan instrumen penilaian, kriteria penilaian sikap yang akan dinilai, Memeriksa dan mengolah hasil penilaian, Hasil penilaian diinformasikan pada peserta didk, Tindak lanjut hasil penilaian sikap setiap dan pemberian skor pada akhir semester.
7.    Pengolahan Penilaian melalui teknik observasi, penilaian diri, penilaian antarpeserta didik, dan jurnal.
8.    Manajemen Hasil Penilaian Sikap yaitu Pelaporan penilaian sikap oleh guru dilakukan secara berkala kepada peserta didik, orang tua, dan satuan pendidikan dilakukan selekas mungkin setelah proses penilaian selesai, lalu dilakukan secara berkala setiap tengah semester dan akhir semester, Hasil  penilaian  oleh  pendidik  dianalisis  lebih  lanjut  untuk mengetahui kemajuan dan kesulitan belajar, dan Program remedial dan pengayaan dilaksanakan sebagai tindak lanjut analisis hasil penilaian.
9.    Kelebihan dari penilaian kompetensi sikap adalah dapat dilakukan dengan proses belajar mengajar; dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung melalui hasil kerja peserta didik; dapat mengetahui faktor penyebab berhasil tidaknya proses pembelajaran peserta didik; dan mengajak peserta didik bersikap jujur. Sedangakan kelemahan dari penilaian sikap adalah sulit dilakukan pengamatan pada jumlah peserta didik yang terlalu banyak; membutuhkan alat penilaian yang tepat; memerlukan waktu pengamatan yang cukup lama; menuntut profesionalisme guru karena mengamati peserta didik yang terlalu banyak; dan penilaiannya subjektif.




DAFTAR PUSTAKA

Darmansyah. 2013. Teknik Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar 08 Surau Gadang Nanggalo. Padang : Universitas Negeri Padang.
Kemendikbud. 2013. Kurikulum 2013. Jakarta: Puskur

Kemendikbud. 2013. Pedoman Penilaian Sikap. Jakarta: Puskur.


0 komentar:

Post a Comment