Cara menyusun soal tes bentuk uraian

Cara menyusun soal-soal tes uraian dilakukan dengan cara memperhatikan hal-hal berikut:
1) segi yang diukur
segi yang hendak diukur hendaknya ditentukan secara jelas kemampuan atau kompetensinya, misalnya pemahaman konsep, aplikasi suatu konsep, analisis suatu permasalahan, sintesis dan evaluasi teori. Dengan kejelasan apa yang akan diungkapkan maka soal atau pertanyaan yang dibuat hendaknya mengungkapkan kemampuan siswa dalam kompetensi tersebut.
Setelah kompetensi yang hendak diukur cukup jelas, tetapkan materi yang hendak ditanyakan. Dalam meilih materi sesuai dengan kurikulumnya atau silabusnya, pilihlah materi yang esensial atau materi inti atau materi pokok sehingga tidak semua materi perlu ditanyakan. Materi inti atau materi pokok adalah materi yang menjadi inti persoalan dan menjadi dasar untuk penguasaan kompetensi lainnya. Dengan perkataan lain, bila konsep esensial dikuasai, maka secara keseluruhan siswa akan mengetahui aspek-aspek yang berkenaan dengan konsep tersebut. Aturlah penyajian pertanyaan secara berurutan mulai dari yang mudah menuju kepada yang lebih sulit, atau dari yang sederhana menuju ke yang lebih kompleks. Gunukan bentuk uraian terbatas atau berstruktur.

2) segi bahasa
Gunakan bahasa yang baik dan benar atau kaidah bahasa yang telah baku sehingga mudah diketahui makna yang terkandung dalam rumusan pertanyaan. Bahasanya sederhana, singkat tetapi jelas apa yang ditanyakan. Hindari bahasa yang berbelit-belit, membingungkan atau mengecoh siswa.

3) segi teknis penyajian
Hendaknya jangan mengulang-ulang pertanyaan terhadap materi atau konsep yang sama sekalipun untuk kemampuan atau kompetensi yang berbeda sehingga soal atau pertanyaan yang diajukan lebih komprehensif dari segi lingkup materinya. Perhatikan waktu yang tersedia untuk mengerjakan soal tersebut sehingga soal tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Bobot penilaian untuk setiap soal hendaknya dibedakan menurut tingkat kesulitan soal. Soal-soal yang lebih sulit diberi bobot yang lebih besar. Tingkat kesulitan soal dilihat dari sifat materinya dan kompetensi yang diukurnya. Kemampuan analisis lebih sulit daripada aplikasi dan pemahaman, demikian juga sintesis lebih sulit dari analisis. Sedangkan konsep lebih sulit dari pada fakta.

4) segi jawaban
Setiap pertanyaan yang hendak diajukan sebaiknya telah ditentukan jawaban yang diharapkan, minimal pokoknya. Tentukan pula besarnya skor maksimal untuk setiap soal yang dijawab benar dan skor minimal bila jawaban dianggap salah atau kurang memadai. Jangan sekali-kali mengajukan pertanyaan yang jawabannya belum pasti atau guru sendiri tidak tahu jawabannya, atau mengharapak kebenaran jawaban tersebut diperoleh dari siswa.

Dalam pelaksanaannya hendaknya perhatikan:
1) Waktu yang cukup untuk mengerjakan soal-soal tes.
2) Kemungkinan bagi siswa untuk mengerjakan soal-soal mudah terlebih dahulu tanpa harus mengikuti urutan nomor soal.
3) Pastikan siswa mengerjakan soal-soal sendiri, bukan denga bantuan orang lain.
4) Jika dipandang perlu berikan soal-soal uraian yang memperbolehkan siswa mengkaji pustaka atau membuka buku.
5. Sediakan waktu jika mungkin untuk membahas soal setelah siswa selesai mengerjakannya.
Share:

No comments:

Post a Comment

Post Populer

BERLANGGANAN

ANGGOTA

Blog Archive

Post Terbaru