a. Teori atom kuno

Sebagaimana disebut sebelumnya, cikal bakal atau embrio kimia modern adalah teori atom yang dikembangkan oleh filsuf Yunani kuno. Filsafat atomik Yunani kuno sering dihubungkan dengan tokoh Democritos (kira-kira 460SM- 370M). Namun, tidak ada tulisan Democritos yang masih tertinggal. Oleh karena itu, sumber yang dapat kita rujuk haruslah puisi panjang “De rerum natura” yang ditulis oleh seniman Romawi Lucretius (kira-kira 96 SM- 55 M).

Atom yang dipaparkan oleh Lucretius memiliki kemiripan dengan molekul modern. Anggur (wine) dan minyak zaitun, misalnya memiliki atom-atom sendiri. Atom adalah entitas abstrak. Atom memiliki bentuk yang khas dengan fungsi yang sesuai dengan bentuknya. ”Atom anggur bulat dan mulus sehingga dapat melewati kerongkongan dengan mulus sementara atom kina kasar dan akan sukar melalui kerongkongan”. Teori struktural modern molekul menyatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat dekat antara struktur molekul dan fungsinya.

Walaupun filosofi yang terartikulasi oleh Lucretius tidak didukung oleh bukti yang didapat dari percobaan, ini dapat dirujuk sebagai awal lahirnya kimia. Dalam periode yang panjang sejak zaman kuno sampai zaman pertengahan, teori atom tetap In heretikal (artinya berlwanan dengan teori yang umum diterima) sebab teori empat unsur (air, tanah, udara dan api) yang diusulkan oleh filsuf Yunani kuno Aristotole (384 SM-322 M) masih sangat mendominasi. Ketika otoritas Aristotle mulai menurun pada awal abad modern, banyak filsuf dan ilmuwan mulai mengembangkan teori yang dipengaruhi teori atom Yunani. Gambaran materi tetap dipegang oleh filsuf Perancis Rene Descartes (1596-1650), filsuf Jerman Gottfried Wilhelm Freiherr von Leibniz (1646-1716), dan ilmuwan Inggris Sir Issac Newton (1642-1727) yang lebih kurang dipengaruhi oleh teori atom.



Share:

No comments:

Post a Comment

Post Populer

BERLANGGANAN

ANGGOTA

Blog Archive

Post Terbaru