Inti Sari Penelitian Tindakan Kelas

INTI SARI
PENELITIAN TINDAKAN KELAS ATAU CLASSROOM ACTION RESEARCH


Setelah mempelajari ini guru atau calon guru diharapkan dapat :

1. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan jenis penelitian tindakan kelas.

2. Menyebutkan prinsip, karakteristik, tujuan, dan manfaat penelitian tindakan kelas.

3. Menjelaskan perbedaan penelitian tindakan kelas dengan penelitian konvensional.

4. Mendeskripsikan langkah-langkah penelitian tindakan kelas.

A. PENELITIAN TINDAKAN KELAS

1. Pengertian Penelitian tindakan
Penelitian tindaklan kelas adalah penelitian dari, oleh, dan untuk guru dengan tujuan untuk meningkatkan keprofesionalan guru.
PTK dapat pula diartikan sebagai “penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan/atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara lebih professional”.
Pelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau di sekolah tempat guru mengajar dengan tujuan perbaikan dan/atau peningkatan kualitas proses dan praktik pembelajaran.

2. Prinsip Penelitian Tindakan Kelas

Ada 7 (tujuh) prinsip PTK , yaitu:
a.Pelaksanaan penelitian tidak boleh mengganggu atau menghambat kegiatan pembelajaran.
b.Metodologi yang digunakan harus terencana dengan cermat sehingga tindakan dapat dirumuskan dalam suatu hipotesis tindakan yang dapat diuji di lapangan.
c.Masalah yang dipilih harus menarik, nyata, tidak menyulitkan, dapat dipecahkan, berada dalam jangkauan peneliti untuk melakukan perubahan dan peneliti merasa terpanggil untuk meningkatkan diri.
d.Pegumpulan data tidak mengganggu atau menyita waktu terlalu banyak.
e.Metode dan teknik yang digunakan tidak terlalu menuntut baik dari kemampuan guru itu sendiri ataupun segi waktu.
f.Harus memperhatikan etika penelitian, tatakrama penelitian, dan rambu-rambu pelaksanaan yang berlaku umum seperti yang diteliti harus dihormati kerahasiannya, semua yang terkait setuju dengan prinsip-prinsip penelitian, harus ada laporan, dan lain-lain.
g.Kegiatan penelitian pada dasarnya harus merupakan gerakan yang berkelanjutan (on-going), karena cakupan peningkatan dan pengembangan sepanjang waktu menjadi tantangan.

3. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas
a.Bersifat situasional, artinya masalah diangkat dari praktik pembelajaran keseharian yang benar-benar dirasakan oleh guru, peserta didik, atau keduanya dan kemudian diupayakan peneyelsaiannya melalui penelitian.
b.Merupakan upaya kolaboratif antara guru dengan peserta didiknya atau antara guru dengan kepala sekolah, yaitu suatu kerja sama dengan perspektif berbeda.
c.Bersifat self-evaluatif yaitu kegiatan yang dilakukan secara kontinu, dievaluasi dalam proses, dan bertujuan untuk perbaikan dan/atau peningkatan praktik pembelajaran.
d.Bersifat luwes dan selalu dapat disesuaikan.
e.Mengutamakan data pengamatan dan perilaku empiris pembelajaran
f.Agak longgar, artinya tidak seketat penelitian eksperimen yang sebenarnya. Sifat sasarannya situasional-spesifik, artinya sasarannya dapat berubah disesuaikan dengan keadaan. Sampel terbatas dan tidak representatif sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan, artinya hanya berlaku bagi guru yang bersangkutan.

4. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas
a.Untuk perbaikan dan/atau peningkatan kualitas proses dan praktik pembelajaran secara berkesinambungan. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan refleksi, yaitu melakukan analisis, sintesis, interpretasi, eksplanasi, dan kesimpulan
b.Pengembangan kemampuan dan keterampilan guru untuk menghadapi permasalahan aktual pembelajaran di kelasnya atau di sekolahnya.
c.Menumbuhkan budaya meneliti di kalangan guru dan pendidik

5. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas
a.Guru makin profesional oleh karena guru terbiasa melakukan penelitian sehingga guru makin percaya diri, mandiri, dan berani mengambil risiko dalam melakukan pembaharuan.
b.Guru lebih berani dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu silabus dan Rencana Pembelajaran Pembelajaran (RPP) mata pelajaran yang diampu dan lebih bersifat mandiri.

Tabel 1. Perbedaan antara PTK dengan Penelitian Konvensional





C. MODEL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

a.Model Kurt Lewin

Menurut model ini, PTK terdiri atas empat komponen atau tahap, yaitu (1) perencanaan (planning), (2) tindakan (action), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting).






2. Model Kemmis dan McTaggart
•Model ini merupakan pengembangan model pertama, dalam model ini komponen tindakan dan pengamatan dijadikan satu, dengan alasan keduanya dalam praktik tidak dapat dipisahkan.



D. LANGKAH-LANGKAH Penelitian Tindakan Kelas
•Penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh guru, kebanyakan menggunakan model pertama atau kedua, oleh karena model tersebut sederhana dan telah memenuhi keperluan yang dituju. Langkah-langkah yang seharusnya diikuti adalah sebagai berikut:

Ide awal
•Guru yang akan melaksanakan PTK pasti sudah mempunyai ide atau gagasan awal tentang penelitian yang akan dilakukan. Ide awal dalam PTK selalu berkaitan dengan masalah pelaksanaan praktik pembelajaran di dalam kelas dan guru berkehendak untuk mencari jawabannya melalui PTK. Apa yang akan diperbuat oleh guru dengan PTK, itulah ide awal dari kegiatan ini.

a. Prasurvei atau temuan awal
•Prasurvei perlu dilakukan bila guru akan melaksakan PTK di sekolah lain yang bukan di kelas yang selama ini diajar. Dalam hal PTK dilakukan di kelasnya sendiri guru tidak perlu melakukan prasurvei. Guru sudah memahami betul situasi dan kondisi kelasnya sendiri. Masalah-masalah yang berkaitan dengan kemajuan belajar peserta didik, sarana/ prasarana, dan sikap peserta didiknya guru sudah paham benar.

b. Diagnosis
•Guru yang akan melakukan PTK di kelas lain di sekolahnya perlu melakukan diagnosis, yaitu menentukan kelemahan-kelemahan apa yang terjadi di kelas tersebut, dalam kaitannya dengan PTK yang akan dilakukan. Guru yang akan melaksanakan PTK di kelasnya hal ini tidak pertlu.

c. Perencanaan
•Ada dua jenis perencanaan, yaitu perencanaan umum dan perencanaan khusus. Perencanaan umum berkaitan dengan rencana pelaksanaan PTK secara menyeluruh. Pelaksanaan khusus berkaitan dengan rencana kegiatan setiap siklus, yang tiap kali harus dilakukan perencanaan ulang.
•Perencanaan khusus yaitu rencana pada setiap sklus berkaitan dengan rencana pembelajaran di kelas, seperti metode pembelajaran, media pembelajaran, materi pembelajaran, dsb. Dalam hal ini guru perlu menyiapkan silabus dan Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP).

d. Implementasi Tindakan
•Implementasi tindakan merupakan realisasi dari tindakan yang telah direncanakan, yang berbentuk satuan pembelajaran dan rencana pembelajaran.

e. Observasi
•Observasi atau monitoring dapat dilakukan sendiri oleh guru atau kolaborator. Hal yang harus dicatat saat observasi atau monitoring adalah semua hal yang terjadi di kelas penelitian, seperti mengenali kinerja guru, situasi kelas, perilaku dan sikap peserta didik, penyajian materi, dan penyerapan peserta didik terhadap materi. Pencatatan dilakukan dengan instrumen penelitian yang telah disiapka.

f. Refleksi
•Refleksi adalah upaya evaluasi yang dilakukan oleh kolaborator atau partisipan yang terkait dengan suatu PTK yang dilaksanakan. Refleksi dilakukan dengan cara kolabotatif, yaitu dengan melakukan distusi terhadap berbagai masalah yang terjadi di kelas peneliti-an. Refleksi dilakukan setelah implementasi tindakan dan hasil observasi. Berdasarkan refleksi ini dilakukan perbaikan tindakan (replanning) untuk siklus berikutnya.

g. Penyusunan Laporan
•Laporan penelitian tindakan kelas disusun setelah penelitian tindakan kelas selesai dengan menggunakan format yang telah ditetapkan. Laporan berisi lima bab, yaitu (I) Pendahuluan, (II) Kajian Pustaka, (III) Metode Penelitian, (IV) Hasil Penelitian dan Pembahasan, dan (V) Kesimpulan dan Rencana Tindak Lanjut.




Share:

No comments:

Post a Comment

Post Populer

BERLANGGANAN

ANGGOTA

Blog Archive

Post Terbaru