Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

Inti Sari Penelitian Deskriptif

INTI SARI
PENELITIAN DESKRIPTIF 

INTISARI PENELITIAN DESKRIPTIF

1. Tujuan Penelitian Deskriptif

  • Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan memecahkan atau menjawab masalah yang sedang dihadapi pada masa sekarang.
  • Manfaat utama penelitian deskriptif adalah untuk mengadakan perbaikan di bidang pendidikan.
  • Dalam jenis penelitian ini, penelitian dilakukan terhadap subjek sebagaimana adanya dan tidak diberikan suatu perlakuan.


2.Langkah-langkah Penelitian Deskriptif

a. Memilih masalah;

b. Merumuskan dan membatasi masalah;

c. Membuat asumsi yang mendasari hipotesis;

d. Merumuskan hipotesis;

e. Memilih dan merumuskan teknik pengumpulan data;

f. Menentukan kategori untuk klasifikasi data;

g. Menetapkan instrumen pengumpulan data;

h. Mengumpulkan data;

i. Menaganalisis data;

j. Membuat kesimpulan;

k. Menyusun dan mempublikasikan laporan.


3. Jenis-jenis Penelitian Deskriptif

a. Survei

  • Penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari sejumlah besar unit atau individu dalam waktu atau jangka waktu yang bersamaan.
Tujuan survei adalah
a. untuk membuat penilaian terhadap suatu praktik penyelenggaraan, dan
b. menyusun perencanaan pengembangan sesuatu bidang.
Masalah yang disurvei dalam bidang pendidikan meliputi survei sekolah, survei analisis jabatan, survei analisis dokumenter, survei masyarakat, dan survei pendapat umum.

Contoh:

Pendapat guru kimia SMA Palangka Raya tahun 2017 terhadap keterlaksanaan Kurikulum Penddikan Kimia 2013, dari aspek peseta didik, guru, pendekatan, sarana-prasarana, penilaian, dan administrasi

b. Studi Kasus

  • Penelitian yang bertujuan menganalisis kasus tunggal sebagai subjek yang dilakukan secara mendalam.
  • Tujuan untuk mendapatkan generalisasi, berupa pola kasus yang bersifat tipikal.
  • Subjek penelitian hanya satu jenis, sedangkan objek penelitian dapat banyak.
  • Hasil penelitian hanya berlaku untuk kasus yang diteliti, tidak berlaku untuk kasus lain.


Contoh:

Evaluasi proses program pembelajaran kimia di SMA Negeri A Palangka Raya.

c. Studi Perbandingan

  • Penelitian yang dilakukan dengan cara membandingkan persamaan dan perbedaan berbagai gejala.
  • Tujuan untuk mencari faktor penyebab timbulnya gejala tersebut.
  • Diantara kesulitan melaksanakan studi perbandingan adalah mengidentifikasi faktor penyebab dari munculnya suatu gejala yang sedang diteliti.


Contoh:

Perbandingan antara Kurikulum Kimia KTSP 2006 dengan kurikulum 2013 ditinjau dari tujuan, materi, pendekatan, dan sistem penilaiannya.

d. Studi Korelasi

  • Penelitian yang bertujuan menemukan ada tidaknya hubungan paralel antara dua variabel atau lebih dalam satu subjek atau dalam sekelompok subjek.
  • Korelasi antara dua variabel atau lebih dapat berupa korelasi paralel atau korelasi kausal.
  • Dalam jenis penelitian ini yang dibahas khusus mengenai korelasi paralel.
  • Analisis data yang dipakai adalah analisis korelasi tunggal atau ganda, tergantung jenis datanya.
  • Korelasi disebut korelasi tunggal apabila berupa korelasi antara dua variabel, yaitu antara variabel X dengan variabel Y.
  • Korelasi disebut korelasi ganda apabila berupa korelasi antara dua variabel (X₁ dan X₂ ) atau lebih (X₁, X₂, X₃ .... Xₙ) dengan satu variabel (Y).


Contoh:


  1. Hubungan antara minat belajar sains dengan prestasi belajar sains peserta didik SMP/MTs Negeri Palangka Raya tahun 2017.
  2. Hubungan antara minat belajar kimia, sikap terhadap mata pelajaran kimia, dan gaya belajar dengan prestasi belajar kimia peserta didik SMA Negeri Palangka Raya tahun 2010.


e. Studi Prediksi

  • Penelitian yang dilakukan untuk membuat perkiraan (prediksi) tentang kemungkinan munculnya suatu gejala, berdasarkan gejala lain yang sudah muncul atau diketahui sebelumnya.
  • Penelitian ini bertujuan menemukan ada tidaknya hubungan kausal antara dua variabel atau lebih dalam satu subjek atau sekelompok subjek.
  • Dalam jenis penelitian ini yang dibahas khusus mengenai korelasi kausal.
  • Analisis data yang dipakai adalah analisis regresi tunggal atau ganda, tergantung jenis datanya.
  • Korelasi kausal dapat berupa korelasi tunggal dan korelasi ganda. Korelasi tunggal berupa korelasi antara dua variabel, variabel X dengan variabel Y.
  • Korelasi kausal disebut korelasi ganda apabila berupa korelasi antara dua variabel (X₁ dan X₂) atau lebih (X₁, X₂, X₃ ..Xₙ) dengan satu variabel (Y).


Contoh:
Pengaruh persepsi siswa tentang profesionalisme guru, motivasi berprestasi, dan kemampuan numerik terhadap prestasi belajar kimia siswa SMA Negeri Palangka Raya.

f. Studi Pertumbuhan (Growth Study)

  • Penelitian tentang pertumbuhan sesuatu hal, yang dilakukan secara longitudinal.
  • Penelitian demikian biasanya memerlukan waktu lama, tidak untuk penelitian tesis


Contoh:

Minat belajar kimia peserta didik di kelas X SMA Negeri Palangka Raya tahun 2017.

Pada penelitian ini peserta didik setiap akhir bulan diberi uji minat belajar kimia selama sepuluh bulan berada di kelas X.

g. Studi Kecenderungan (Trend Study)

  • Penelitian ini merupakan perpaduan antara metode sejarah, dokumenter, dan survei.
  • Penelitian kecenderungan bertujuan meneliti munculnya suatu gejala berdasarkan hasil survei ataupun suatu teori.
  • Penelitian ini dilakukan untuk prediksi keadaan yang akan datang, berdasar atas data hasil survei atau berdasar teori tertentu.


Contoh:

Analisis kebutuhan guru kimia SMA selama lima tahun kedepan.

  • Penelitian ini memerlukan data survei, teori kecenderungan, memerlukan waktu lama, dan biaya besar. Tidak diperlukan untuk penelitian skripsi.

Dari berbagai metode penelitian di atas, tiga metode penelitian banyak dilakukan untuk kepentingan penelitian skripsi, yaitu studi perbandingan, studi korelasi, dan studi prediksi.


Share:

No comments:

Post a Comment

Pengembang

Pengembang

Statistik Pengunjung

Post Populer

Subscribe

ANGGOTA

Ads

Post Terbaru