Inti Sari Penelitian Deskriptif

INTI SARI
PENELITIAN DESKRIPTIF 

Berdasarkan metodenya, penelitian pendidikan mipa dibagi menjadi tiga jenis:

1. Metode penelitian sejarah, yaitu penelitian yang bertujuan meninjau suatu masalah dari perspektif sejarah;

Contoh:

Sejarah Kurikulum sains SMP dari tahun 1945 sampai dengan tahun 2006, ditinjau dari struktur, pendekatan, konsep sains, dan sistem penilaiannya.

2. Penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang

Contoh:

Karakteristik soal ulangan umum IPA kelas II SLTP Kabu- paten Hulu Sungai Selatan , Tesis (Syahrial, M Arliyan Syahrial, PEP, 2002).Yogyakarta: Pascasarjana UNY.

3.Penelitian eksperimen, yaitu penelitian yang bertujuan mengetahui pengaruh suatu perlakuan (treatment) terhadap subjek penelitian.

Contoh:

Pengaruh frekuensi ulangan harian terhadap prestasi belajar ipa peserta didik kelas VII semester 1 SMP/MTs di Kodia Yogyakarta tahun 2010.

Dari ketiga jenis penelitian di atas hanya akan dibahas metode penelitian deskriptif dan metode penelitian eksperimen, metode penelitian sejarah dapat dipelajari sendiri dari berbagai sumber.

A. PENELITIAN DESKRIPTIF

1. Tujuan Penelitian Deskriptif
ØPenelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan memecahkan atau menjawab masalah yang sedang dihadapi pada masa sekarang.
ØManfaat utama penelitian deskriptif adalah untuk mengadakan perbaikan di bidang pendidikan.
ØDalam jenis penelitian ini, penelitian dilakukan terhadap subjek sebagaimana adanya dan tidak diberikan suatu perlakuan.

2.Langkah-langkah Penelitian Deskriptif

a. Memilih masalah;

b. Merumuskan dan membatasi masalah;

c. Membuat asumsi yang mendasari hipotesis;

d. Merumuskan hipotesis;

e. Memilih dan merumuskan teknik pengumpulan data;

f. Menentukan kategori untuk klasifikasi data;

g. Menetapkan instrumen pengumpulan data;

h. Mengumpulkan data;

i. Menaganalisis data;

j. Membuat kesimpulan;

k. Menyusun dan mempublikasikan laporan.

3. Jenis-jenis Penelitian Deskriptif

a. Survai
ØPenelitian yang dilakukan dengan cara mengum-pulkan data dari sejumlah besar unit atau individu dalam waktu atau jangka waktu yang bersamaan.
Tujuan survei adalah
a. untuk membuat penilaian terhadap suatu praktik penyelenggaraan, dan
b. menyusun perencanaan pengembangan sesuatu bidang.
Masalah yang disurvai dalam bidang pendidikan meliputi survai sekolah, survai analisis jabatan, survai analisis dokumenter, survai masyarakat, dan survai pendapat umum.

Contoh:

Pendapat guru ipa SMP/MTs DIY tahun 2010 terhadap keterlaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan penddikan Sains 2006, dari aspek peseta didik, guru, pendekatan, sarana-prasarana, penilaian, dan administrasi

b. Studi Kasus
ØPenelitian yang bertujuan menganalisis kasus tunggal sebagai subjek yang dilakukan secara mendalam.
ØTujuan untuk mendapatkan generalisasi, berupa pola kasus yang bersifat tipikal.
ØSubjek penelitian hanya satu jenis, sedangkan objek penelitian dapat banyak.
ØHasil penelitian hanya berlaku untuk kasus yang diteliti, tidak berlaku untuk kasus lain.

Contoh:

Evaluasi proses program pembelajaran kimia di SMA Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta, Tesis (Siti Fatonah. PEP, Pascasarjana UNY 2006).

c. Studi Perbandingan
ØPenelitian yang dilakukan dengan cara memban-dingkan persamaan dan perbedaan berbagai gejala.
ØTujuan untuk mencari faktor penyebab timbulnya gejala tersebut.
ØDiantara kesulitan melaksanakan studi perban-dingan adalah mengidentifikasi faktor penyebab dari munculnya suatu gejala yang sedang diteliti.

Contoh:

Perbandingan antara Kurikulum Sains 1975, 1984, 1994 dengan kurikulum 2006 ditinjau dari tujuan, materi, pendekatan, dan sistem penilaiannya.

d. Studi Korelasi
ØPenelitian yang bertujuan menemukan ada tidaknya hubungan paralel antara dua variabel atau lebih dalam satu subjek atau dalam sekelompok subjek.
ØKorelasi antara dua variabel atau lebih dapat berupa korelasi paralel atau korelasi kausal.
ØDalam jenis penelitian ini yang dibahas khusus mengenai korelasi paralel.
ØAnalisis data yang dipakai adalah analisis korelasi tunggal atau ganda, tergantung jenis datanya.
ØKorelasi disebut korelasi tunggal apabila berupa korelasi antara dua variabel, yaitu antara variabel X dengan variabel Y.
ØKorelasi disebut korelasi ganda apabila berupa korelasi antara dua variabel (X1 dan X2 ) atau lebih (X1, X2, X3 .... Xn) dengan satu variabel (Y).

Contoh:

1) Hubungan antara minat belajar sains dengan prestasi belajar sains peserta didik SMP/MTs Negeri Sleman Yogyakarta tahun 2010.

2) Hubungan antara minat belajar sains, sikap terhadap mata pelajaran sains, dan gaya belajar dengan prestasi belajar sains peserta didik SMP/MTs Negeri Sleman Yogyakarta tahun 2010.

e. Studi Prediksi
ØPenelitian yang dilakukan untuk membuat perkiraan (prediksi) tentang kemungkinan munculnya suatu gejala, berdasarkan gejala lain yang sudah muncul atau diketahui sebelumnya.
ØPenelitian ini bertujuan menemukan ada tidaknya hubungan kausal antara dua variabel atau lebih dalam satu subjek atau sekelompok subjek.
ØDalam jenis penelitian ini yang dibahas khusus mengenai korelasi kausal.
ØAnalisis data yang dipakai adalah analisis regresi tunggal atau ganda, tergantung jenis datanya.
ØKorelasi kausal dapat berupa korelasi tunggal dan korelasi ganda. Korelasi tunggal berupa korelasi antara dua variabel, variabel X dengan variabel Y.
ØKorelasi kausal disebut korelasi ganda apabila berupa korelasi antara dua variabel (X1 dan X2 ) atau lebih (X1, X2, X3 ..Xn) dengan satu variabel (Y).

Contoh:
Pengaruh persepsi siswa tentang profesionalisme guru, motivasi berprestasi, dan kemampuan numerik terhadap prestasi belajar kimia anorganik siswa SMTI Yogyakarta, Tesis (Mashuda Nurbani. (PTK, 2005). Yogyakarta: Pascasarjana UNY.

Studi Pertumbuhan (Growth Study)
ØPenelitian tentang pertumbuhan sesuatu hal, yang dilakukan secara longitudinal.
ØPenelitian demikian biasanya memerlukan waktu lama, tidak untuk penelitian tesis

Contoh:

Minat belajar sains peserta didik di kelas VII SMP/MTs Negeri Sleman tahun 2010.

Pada penelitian ini peserta didik setiap akhir bulan diberi uji minat belajar sains selama sepuluh bulan berada di kelas VII.

. Studi Kecenderungan (Trend Study)
ØPenelitian ini merupakan perpaduan antara metode sejarah, dokumenter, dan survai.
ØPenelitian kecenderungan bertujuan meneliti munculnya suatu gejala berdasarkan hasil survai ataupun suatu teori.
ØPenelitian ini dilakukan untuk prediksi keadaan yang akan datang, berdasar atas data hasil survai atau berdasar teori tertentu.

Contoh:

Analisis kebutuhan guru sains SMP/MTs selama lima tahun kedepan.
ØPenelitian ini memerlukan data survai, teori kecen-derungan, memerlukan waktu lama, dan biaya besar. Tidak dilakukan untuk keperluan penelitian tesis.

ØDari berbagai metode penelitian di atas, tiga metode penelitian banyak dilakukan untuk kepentingan penelitian tesis, yaitu studi perbandingan, studi korelasi, dan studi prediksi.


Share:

No comments:

Post a Comment

Post Populer

BERLANGGANAN

ANGGOTA

Blog Archive

Post Terbaru