Klasifikasi Materi

1.4. Klasifikasi Materi

POSTED BY : NOPRIAWAN BERKAT ASI
Kita mendefinisikan kimia di awal bab sebagai pelajaran tentang materi dan perubahan yang dialaminya. Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Materi meliputi hal yang dapat kita lihat dan sentuh (seperti air, tanah, dan pohon), serta hal-hal yang kita tidak bisa (seperti udara). Dengan demikian, segala sesuatu di alam semesta memiliki hubungan "kimia".

Kimiawan membedakan antara beberapa subkategori materi berdasarkan komposisi dan sifat. Klasifikasi materi termasuk zat, campuran, unsur-unsur, dan senyawa, serta atom dan molekul, yang kita akan bahas dalam Bab 2.

Zat dan Campuran
Zat adalah bentuk materi yang memiliki komposisi tetap (konstan) dan sifat yang berbeda satu sama lain. Contohnya adalah air, amonia, gula meja (sukrosa), emas, dan oksigen. Zat berbeda satu sama lain dalam komposisi dan dapat diidentifikasi dengan penampilannya, bau, rasa, dan sifat lainnya.

Campuran adalah kombinasi dari dua atau lebih zat di mana masing-masing zat mempertahankan identitasnya. Beberapa contoh yang akrab adalah  udara, minuman ringan, susu, dan semen. Campuran tidak memiliki komposisi tetap. Oleh karena itu, sampel udara yang dikumpulkan dari berbagai kota mungkin akan berbeda dalam komposisi karena perbedaan ketinggian, polusi, dan sebagainya.

Campuran dibagi menjadi campuran homogen dan campuran heterogen. Ketika sesendok gula larut dalam air kita memperoleh campuran homogen di mana komposisi campuran adalah sama di seluruhnya. Jika pasir dicampur dengan serbuk besi, namun, butiran pasir dan serbuk besi tetap terpisah (Gambar 1.4). Jenis campuran ini disebut campuran heterogen karena komposisinya tidak seragam satu sama lain. Jenis campuran lain telah diciptakan oleh para ilmuwan melalui proses reaksi inti, yang merupakan materi Bab 23 dari teks kita.
Gambar 1.4 (a) Campuran mengandung serbuk besi dan pasir. (b) Sebuah magnet memisahkan serbuk besi dari campuran. Teknik yang sama digunakan pada skala yang lebih besar untuk memisahkan besi dan baja dari benda-benda bukan magnetik seperti aluminium, kaca, dan plastik.


Untuk kenyamanan, ahli kimia menggunakan simbol-simbol dari satu atau dua huruf untuk mewakili unsur kimia. Huruf pertama simbol selalu dikapitalisasi, tetapi setiap huruf berikutnya tidak. Misalnya, Co adalah simbol untuk unsur kobalt, sedangkan CO adalah rumus untuk molekul karbon monoksida. Tabel 1.1 menunjukkan nama dan simbol dari beberapa unsur yang lebih umum; daftar lengkap dari unsur dan simbol-simbolnya muncul dalam laman tabel periodik unsur. Simbol dari beberapa unsur yang berasal dari nama-Latin mereka misalnya, Au dari aurum (emas), Fe dari ferrum (besi), dan Na dari natrium (sodium) kebanyakan nama unsur berasal dari nama bahasa Inggris mereka. Lampiran 1 memberikan asal nama dan daftar penemu sebagian besar unsur.

Atom unsur sangat dapat berinteraksi satu sama lain untuk membentuk senyawa. Gas hidrogen, misalnya, dibakar dengan gas oksigen untuk membentuk air, yang memiliki sifat yang jelas berbeda dari unsur-unsur awal. Air terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Komposisi ini tidak berubah, terlepas dari manakah air berasal, dari keran di rumah, sebuah danau, atau es di planet Mars. Dengan demikian, air adalah senyawa, Zat yang terdiri dari dua atau lebih atom unsur kimia bergabung dalam proporsi tetap. Tidak seperti campuran, senyawa dapat dipisahkan hanya dengan cara kimia ke dalam komponen murninya.

Hubungan antara unsur-unsur, senyawa, dan kategori lain dari materi dirangkum dalam Gambar 1.5.
Gambar 1.5 Klasifikasi materi


<<<1.3                                                                                                  1.5>>>
Share:

No comments:

Post a Comment

Post Populer

BERLANGGANAN

ANGGOTA

Blog Archive

Post Terbaru