Monday, December 19, 2016

Pembelajaran Kimia Berbasis Komputer

Pembelajaran Berbasis Komputer

Pengantar

Dalam lingkungan belajar yang ideal seorang siswa mestinya memiliki akses yang tak terbatas kepada guru yang merupakan orang yang berpengetahuan dan berbakat dibidangnya tanpa harus bersaing untuk mendapatkan perhatian dengan siswa lainnya. Meskipun ini sangat berharga untuk persahabatan, belajar untuk bekerja secara kooperatif, berdebat dan berdiskusi. Tidak ada yang begitu mahir sebagai guru. Guru juga manusia yang sensitif dalam menafsirkan respon siswa, terbuka atau terselubung; dalam menilai pencapaian sebelumnya dan kebutuhan saat ini; dalam memberikan dorongan dan motivasi. Namun, lingkungan yang ideal tersebut adalah sangat langka, namun yang menikmati itu beruntung. Kebanyakan siswa biasanya harus membuat mengikuti seminar tradisional atau ceramah guru yang diperkuat dengan belajar-sendiri dengan buku, yang tidaklah ideal untuk semua tujuan pembelajaran, sementara pembelajaran berbasis komputer (CBL), bukan untuk menggantikan salah satu buku atau peran guru, tetapi dapat membantu mengatasi kekurangan dari satu dan yang lainnya. Makalah ini mempertimbangkan bagaimana program pembelajaran dapat diterjemahkan ke dalam paket pembelajaran berbasis komputer yang dibantu dengan instruksi dan melihat manfaat dan kekurangan dari sistem yang dihasilkan.

Kemampuan komputer yang berhubungan dengan kualifikasi sangat penting dalam masyarakat pada era teknologi digital seperti sekarang ini yang tergantung pada akses cepat dan mudah ke informasi. Dalam konteks profesional maupun swasta, komputer memainkan peran penting dalam menghasilkan dan mendistribusikan informasi dan untuk tujuan berkomunikasi. Oleh karena itu, kemampuan untuk bekerja dengan komputer dengan cara berorientasi pada tujuan, untuk merefleksikan potensi  dari penggunaan komputer, dan memilih perangkat lunak yang paling cocok untuk tugas penting untuk pengembangan profesional dan sosial. Pembelajaran berbasis komputer, melibatkan semua kemampuan ini dan termasuk kompetensi media umum, merupakan bagian penting dari melek komputer. Peserta didik perlu diberi pendidikan yang relevan diera melek komputer untuk memainkan peran aktif dan produktif di masa depan. Melek komputer bagi siswa pada era digital adalah suatu keharusan, karena itu, harus dilihat sebagai bagian integral dari pendidikan di sekolah. Literasi komputer yang diajarkan di sekolah-sekolah harus dijadikan sebagai dasar dimana siswa akan dapat lebih mengembangkan kemampuan khusus mereka sendiri. Ini berarti bahwa, idealnya, semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah memiliki komponen yang aktif mengajarkan melek komputer kepada siswa.

Mengajar ilmu pendidikan dan ilmu kimia pada pembelajaran kimia berbantuan komputer dapat mencakup aspek-aspek seperti data logging, bekerja dengan visualisasi, atau menghasilkan gambar kimia. Potensi untuk menggunakan berbagai jenis visualisasi (mis statis, dinamis, dan interaktif) merupakan keunikan dalam kimia dan harus dimasukkan dalam kegiatan hari-hari mengajar. Tentu saja, pendidikan kimia yang tepat juga perlu menyertakan kegiatan-kegiatan lain, seperti kerja praktek, yang mendukung pembelajaran siswa tentang konsep-konsep kimia dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Komputer dapat mendukung dan memperkaya kerja praktek karena diketahui dari penelitian bahwa pembelajaran berbasis komputer dalam kimia dapat menumbuhkan pemahaman konsep kimia juga termasuk di lingkungan laboratorium. Oleh karena itu, komputer harus menjadi salah satu pilar pendukung dari pendidikan kimia modern atau pembelajaran kimia era digital. Namun, guru perlu memberikan kesempatan bagi siswa mereka untuk ambil bagian dalam pembelajaran berbasis komputer, dan jika demikian, bagaimana mereka mengintegrasikan komputer dalam pengajaran mereka? Bagaimana situasi saat ini di sekolah-sekolah di Palangka Raya? Pembelajaran kita akan membahas tradisi, kondisi dan perkembangan saat ini dalam pembelajaran kimia berbasis komputer.

Pertimbangan desain
Dalam desain program pembelajaran, dengan atau tanpa komputer, ada tiga faktor yang  saling bersangkutan untuk dipertimbangkan:

  1. peserta didik;
  2. tujuan, dan keterampilan yang harus diajarkan kepada peserta didik untuk mencapai tujuan;
  3. metode dan lingkungan: bagaimana cara terbaik untuk mewujudkan program dalam sumber daya yang tersedia.









0 komentar:

Post a Comment