Sunday, November 6, 2016

Langkah-langkah Pengumpulan Data Penelitian Kuantitatif

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk melihat apa yang ingin dilihat, mendengar apa yang ingin didengar, melakukan apa yang menjadi keinginannya serta selalu berkeinginan mencari jawaban atas apa yang belum diketahui. Berdasarkan pada hal tersebutlah, maka seseorang melakukan penelitian. Langkah – langkah atau rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil akhir tersebut yang berupa jawaban atas suatu permasalahan. Satu dari rangkaian kegiatan penelitian adalah pengumpulan data, dan pada bahasan ini lebih difokuskan pada pengumpulan data kuantitatif. Kegiatan pengumpulan data merupakan kegiatan yang penting dalam rangkaian penelitian maka dari itu banyak hal yang harus diperhatikan, karena kesalahan yang terjadi dalam pengumpulan data dapat mengakibatkan “bias” dalam data yang diperoleh.
Proses pengumpulan data kuantitatif lebih dari pengumpulan data sederhana. Peserta (orang-orang) akan diteliti, mendapatkan izin atas yang ingin diteliti, mengidentifikasi jenis ukuran yang akan digunakan dalam menjawab penelitian, serta menetapkan instrumen yang akan digunakan. Langkah selanjutnya adalah pengumpulan data. Pengumpulan data kuantitatif ternyata tak terlepas dari prosedur yang telah ditetapkan dan apabila terjadi kesalahan prosedur maka hasil akhir sebagaimana yang diharapkan tidak akan terwujud, bahkan banyak hal yang kita lakukan akan sia-sia. Peneliti harus memperhatikan hal tersebut sehingga penelitian yang dilakukan memberikan hasil yang diharapkan dan memberikan manfaat.
            
B.   Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan beberapa masalah antara lain:
1.      Bagaimana mengidentifikasikan langkah-langkah dalam proses pengumpulan data kuantitatif ?
2.      Bagaimana menentukan pendekatan perbedaan yang digunakan untuk peserta sampel dalam penelitian kuantitatif ?
3.      Bagaimana proses mendapatkan izin dari penelitian individual/perorangan atau tempat penelitian ?
4.      Bagaimana suatu data dapat dikumpulkan?
5.      Bagaimana suatu instrumen dibuat dalam pengumpulan data kuantitatif ?
6.      Bagaimana kegiatan akhir dalam pengumpulan data sebenarnya?


BAB II
PEMBAHASAN

A.   Langkah-langkah Pengumpulan Data Kuantitatif
Menurut Creswell dalam pengumpulan data kuantitatif meliputi 5 langkah pokok sebagai panduan dalam melaksanakan penelitian, lima ide pokok tadi adalah :
1.  Spesifikasi populasi dan sampel
Proses yang termasuk dalam pengumpulan data kuantitatif yang sangat dipertimbangkan dan harus dicermati adalah pemilihan peserta yang akan dijadikan peserta penelitian, serta memutuskan ukuran sampel.
2.  Mendapatkan izin dan persetujuan dari peserta penelitian
     Izin harus didapatkan dari pimpinan suatu lembaga atau organisasi, perorangan atau tempat peserta penelitian lebih spesifik ( orang tua dari anak-anak yang dijadikan peserta penelitian) atau juga dari lembaga perguruan tinggi.
3.  Memutuskan tipe-tipe data yang dikumpulkan
     Keputusan dimulai dengan menspesifikasikan variabel yang digunakan dalam hipotesis dan pertanyaan, menentukan variabel-variabel dan mencari maksud/tujuan dari definisi operasional.
4.  Menempatkan, memodifikasi atau instrumen yang membangun yang menyediakan maksud-maksud yang ingin dicapai.
     Prosedur yang paling mudah adalah untuk pengadaan instrumen atau memodifikasi satu atau lebih dari pengembangan instrumen yang dibuat sendiri. Instrumen yang dijadikan pertimbangan dalam realibilitas dan validitas.
5.  Pengumpulaan data kuantitatif sebenarnya
     Prosedur yang dilakukan memerlukan standar bahwa dalam keragaman  prosedur dalam pengumpulan data serta semua fase atau tahapan dalam proses pengumpulan data sebenarnya.
  
B.    Spesifikasi Sampel Dan Populasi
Ukuran sampel adalah terbatas pada setiap populasi , sehingga jumlah sampel bukan angka yang mutlak tetapi tergantung pada jumlah populasi.
 




-          Seluruh guru SMA di suatu kota              - seluruh guru Biologi SMA di Jogja
-          Mahasiswa dalam semua kampus/PT        - seluruh mahasiswa di kampus  “A”
1.  Tipe –tipe ( jenis- jenis ) sampel kuantitatif
cara pengambilan Sampel Probabilitas dan Sampel Non Probabilitas dilakukan dengan membagi menjadi beberapa kategori, untuk Sampel Probabilitas terdiri dari 3 cara yaitu : random sampel, bersrata sampel, dan Cluster sampel. Cara pengambilan sampel non-probababilitas dapat dengan 2 cara yaitu : sampel tepat dan sampel snowball.


2.  Proporsional tingkatan
Pendekatan pengambilan sampel secara proporsional sesuai dengan tingkatan pada populasi


Berdasarkan angka yang tertera diatas melalui perhitungan sebagai berikut :
ü  Populasi anak laki-laki jumlahnya 6000 orang
ü  Populasi anak perempuan jumlahnya 3000 orang
ü  Keduanya dijumlahkan didapatkan nilai 9000 orang
ü  Sampel untuk anak-anak laki = 6000/9000 = 0,66. Sampel yang dianggap dapat mewakili 200 orang
ü  Sampel untuk anak-anak perempuan = 3000/9000 = 0,33. Ssampel yang dianggap dapat mewakili 100 orang
ü  Sampel anak laki-laki dan sampel anak perempuan djumlahkan sehingga diperoleh sampel akhir 300 orang.

B.    Mendapatkan izin/persetujuan dari peserta yang akan diteliti
Penelitian yang akan dilakukan melibatkan peserta, yang akan dijadikan peserta dalam penelitian, sehingga dalam pelaksanakan penelitian yang berhubungan dengan berbagai institusi ataupun perseorangan dibutuhkan perijinan dalam pelaksanaannya, perizinan tersebut ditujukan untuk institusi atau organisasi, tempat khusus, anggota perseorangan atau orang tua, persetujuan perguruan tinggi atau kampus.

C.   Memutuskan tipe-tipe data yang akan digunakan/spesifikasi data
Spesifikasi data yang dugunakan terkait dengan spsesifikasi variabel didalam pertanyaan dan hipotesis penelitian, penentuan variabel-variabel mencari maksud/tujuan dari  definisi operasional.

D.   Menempatkan dan memodifikasi instrumen yang akan digunakan
1.  Definisi Instrumen
Instrumen adalah alat ukur yang digunakan dalam penelitian menggunakan suatu  metode.
2.  Instrumen yang digunakan untuk mengoleksi data
Instrumen yang dibuat sendiri harus mencakup kriteria instrumen yang baik yaitu :
1.    Reliabilitas
Reliabilitas artinya nilai dari pengukuran variabel yang stabil dan konsisten.
2.    Validitas
Validitas artinya hasil dari pengukuran variabel yang mempunyai arti.
3.    Skala pengukuran (nominal, ordinal, interval dan rasio)
E.    Pencatatan dan pengolahan data yang telah dikumpulkan
Data yang telah terkumpul dengan instrumen melalui prosedur yang telah ditetapkan, maka selanjutnya akan dikelola dengan tata cara pengumpulan data, tata cara tersebut antara lain mengembangkan standar prosedur penulisan untuk mengelola instrumen, peneliti mengumpulkan data pengamatan, mendapatkan izin untuk mengumpulkan dan menggunakan dokumen publik, menghormati individu dan lingkungan selama pengumpulan data.


BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Proses pengumpulan data kuantitatif dapat diindentifikasikan menjadi 5 proses yaitu :
1.      Spesifikasi populasi dan sampel.
2.      Mendapatkan izin dan persetujuan dari peserta penelitian.
3.      Memutuskan tipe-tipe data yang dikumpulkan.
4.      Menempatkan, memodifikasi atau instrumen yang membangun yang menyediakan.maksud-maksud yang ingin dicapai.
5.      Pengumpulaan data kuantitatif sebenarnya.
2.      Saran
Pengumpulan data kuantitatif merupakan rangkaian penelitian yang sangat mempengaruhi hasil akhir dalam perolehan data. Langkah-langkah dan prosedur yang meliputi kegiatan pengumpulan data kuantitatif harus dijalankan dengan baik sehingga data yang dikumpulkan merupakan data yang diharapkan.



DAFTAR PUSTAKA

Suharsimi. (1998). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Creswell, J. W.(2008). Educational research, planning, conducting, and evaluating  
 quantitative  and qualitative research. New Jersey: Pearson Education, Inc.
Moleong. (2004). Metodologi penelitian kualiatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Notohadiprawiro, T. (2006). Metode penelitian dan penulisan ilmiah. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.