Wednesday, November 9, 2016

Apa itu D N A (Deoxyribonucleic Acid)?

D N A
(Deoxyribonucleic Acid)

Sejak ditemukannya struktur molekul DNA (Deoxyribonucleic Acid) oleh Watson dan Crick pada tahun 1953, perkembangan biologi molekuler yang secara umum mencakup manipulasi DNA dan RNA (Ribonucleic Acid) telah merambah ke berbagai bidang ilmu terapan dalam kehidupan manusia.  Dalam dunia kedokteran dan farmasi, teknologi ini antara lain telah mampu menghasilkan hormon insulin bagi penyembuhan penyakit diabetes.  Gen pengkode hormon ini dibawa oleh plasmid yang kemudian diekspresikan di dalam sel bakteri Escherichia coli.  Dengan demikian, hormon insulin yang secara alami dihasilkan oleh manusia, dapat diproduksi dalam jumlah tak terhingga di dalam sel bakteri tersebut.  Hal ini, secara nyata, sangat membantu penderita diabetes yang memerlukan hormon tersebut.  Dalam dunia pertanian, juga telah dihasilkan berbagai tanaman transgenik seperti jagung, padi, tomat, kapas, kedelai, dan masih banyak lagi.  Pendekatan yang digunakan dalam pembuatan tanaman transgenik juga sama, yang pada prinsipnya menyisipkan gen tertentu ke dalam genom tanaman.  Sebagai contoh, gen monellin (suatu protein yang memberikan rasa manis 100.000 kali lebih dari gula) dimasukkan ke dalam tanaman tomat yang menjadikan rasa tomat transgenik manis sekali. 
Dalam dunia peternakan, puluhan gen pengkode berbagai protein telah berhasil diintegrasikan ke dalam genom ternak babi, sapi, kelinci, domba, dan kambing.  Pada umumnya produk dari gen yang dimasukkan tersebut secara langsung maupun tidak langsung digunakan bagi kepentingan manusia.  Dalam konteks ini, tidak salah apabila ternak-ternak tersebut dikatakan sebagai “pabrik” protein yang sangat berguna dan membantu bagi manusia. Selain itu, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetik, upaya pembuatan peta genetik telah dilakukan pada lebih dari 30 spesies termasuk manusia.  Bahkan, peta genetik pada manusia merupakan peta terlengkap dibandingkan spesies lainnya.  Sebagai informasi, bahwa projek genom manusia (Human Genome Project) yang telah dikerjakan sejak tahun 1990 telah berhasil mensekuens seluruh genom manusia.  Hasilnya telah dipublikasikan pada 25 April 2003 bersamaan dengan perayaan 50 tahun penemuan struktur DNA oleh James Watson dan Francis Crick.   Upaya membuat peta genetik berbagai ternak domestik juga membuka peluang yang semakin lebar dalam penemuan gen-gen penting atau penciri DNA yang dapat membantu proses seleksi untuk mendapatkan ternak yang unggul dalam menghasilkan sifat-sifat produksinya.  Dan masih banyak aplikasi lain seperti diagnosa penyakit, dan lain-lain.

Pada dasarnya, lahirnya berbagai teknik molekuler dalam berbagai bidang kehidupan tidak terlepas dari berbagai penemuan yang mendahului terciptanya teknologi DNA rekombinan seperti: penemuan enzim restriksi (restriction endonuclease) yang dapat memotong molekul DNA, enzim ligasi (ligase) yang dapat menyambung potongan-potongan DNA menjadi satu; serta berbagai proses biokimia lainnya.  Penemuan spektakuler tentang teknologi DNA rekombinan serta berbagai teknologi pendukungnya tersebut sangat memungkinkan pengisolasian individual gen untuk dimanipulasi serta dipindahkan dari satu organisme ke organisme lainnya sebagaimana telah dicontohkan di atas.  Dengan penemuan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR), perkembangan biologi molekuler menjadi semakin cepat dan hingga saat ini berbagai teknik yang memanfaatkan teknologi PCR tersebut telah banyak dilahirkan.  Mensekuens DNA yang tadinya mengalami serangkaian proses yang panjang dan melelahkan, dengan penemuan teknik PCR, proses semacam itu menjadi lebih disederhanakan dan juga dipercepat dengan bantuan komputer. 
Perkembangan teknologi rekayasa genetik ini luar biasa cepatnya, sehingga banyak jurnal ilmiah atau majalah semi populer bermunculan karena memang informasi tentang temuan-temuan baru di bidang ini selalu ada dari hari ke hari.


Struktur DNA doble helix

0 komentar:

Post a Comment