Tahap-tahap Dalam Penelitian Ilmiah


#
Tahap‐tahap dalam penelitian ilmiah merupakan pedoman peneliti untuk melakukan penelitian dengan cara yang benar. Peneliti tidak dapat melakukan penelitian hanya dengan cara mengumpulkan data dan menganalisisnya, tetapi penelitian harus berawal dari penemuan permasalahan dan berlanjut kepada tahap‐tahap selanjutnya.

Proses dalam penelitian ilmiah mempunyai enam tahapan yang saling berkaitan yaitu : 
1. Penemuan dan identifikasi masalah 
2. Desain riset 
3. Sampling 
4. Pengumpulan data 
5. Pemrosesan dan analisis data 
6. Kesimpulan dan laporan.

Indriantoro dan Supomo (1999) mengatakan proses penelitian ilmiah secara umum harus memenuhi langkah‐langkah antara lain: 
1). Masalah/pertanyaan penelitian, 
2). Telaah teoritis, 
3). Pengujian fakta, dan 
4). Kesimpulan.

Tahap‐tahap ini umumnya berlaku untuk pendekatan penelitian kuantitatif. Proses penelitian berikut ini memperjelas tahap‐tahap penelitian kuantitatif (Sugiyono, 2002). Langkah‐langkah yang dilakukan dalam sebuah penelitian kuantitatif, antara lain:

a. Masalah: penelitian berawal dari adanya masalah yang dapat digali dari sumber empiris dan teoritis, sebagai suatu aktivitas penelitian pendahuluan (prariset). Agar masalah ditemukan dengan baik memerlukan fakta‐fakta empiris dan diiringi dengan penguasaan teori yang diperoleh dari mengkaji berbagai literatur relevan. 
b. Rumusan masalah: Masalah yang ditemukan diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah, dan umumnya rumusan masalah disusun dalam bentuk pertanyaan. 
c. Pengajuan hipotesis: Masalah yang dirumuskan relevan dengan hipotesis yang diajukan. Hipotesis digali dari penelusuran referensi teoritis dan mengkaji hasil‐hasil penelitian sebelumnya. 
d. Metode/strategi pendekatan penelitian: Untuk menguji hipotesis maka peneliti memilih metode/strategi/pendekatan/desain penelitian yang sesuai. 
e. Menyusun instrumen penelitian: Langkah setelah menentukan metode/strategi pendekatan penelitian, maka peneliti merancang instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data, misalnya angkat, pedoman wawancara, atau pedoman observasi, dan melakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen agar instrumen memang tepat dan layak untuk mengukur variabel penelitian. 
f. Mengumpulkan dan menganalisis data: Data penelitian dikumpulkan dengan Instrumen yang valid dan reliabel, dan kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data penelitian dengan menggunakan alat‐alat uji statistik yang relevan dengan tujuan penelitian. 
g. Kesimpulan: Langkah terakhir adalah membuat kesimpulan dari data yang telah dianalisis. Melalui kesimpulan maka akan terjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya.

Pendekatan kuantitatif seperti penjelasan di atas mementingkan adanya variabel‐variabel sebagai obyek penelitian dan variabel‐variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variabel masing‐masing. Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menggunakan pendekatan ini karena kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan model penelitian sejenis. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesis dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan tahapan‐tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan. Juga, pendekatan ini lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka statistik bukan makna secara kebahasaan dan kulturalnya (Sarwono, 2003).

Khusus untuk penelitian kualitatif proses penelitian tidak linear seperti penelitian kuantitatif, tetapi lebih bersifat sirkuler/siklus (Sugiyono, 2004). Proses di atas memiliki empat langkah penting dalam penelitian kualitatif 
a. Tahap pengumpulan data: proses memasuki lingkungan penelitian dan melakukan pengumpulan data penelitian. 
b. Tahap reduksi: proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan‐catatan tertulis dari lapangan. 
c. Tahap penyajian data: penyajian informasi untuk memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan 
d. Tahap penarikan kesimpulan/ verifikasi: Penarikan kesimpulan dari data yang telah dianalisis.

Pendekatan kualitatif menekankan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu), lebih banyak meneliti hal‐hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari‐hari. Pendekatan kualitatif, lebih lanjut, mementingkan pada proses dibandingkan dengan hasil akhir; oleh karena itu urut‐urutan kegiatan dapat berubah‐ubah tergantung pada kondisi dan banyaknya gejala‐gejala yang ditemukan. Tujuan utama penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif ialah mengembangkan pengertian, konsep‐konsep, yang pada akhirnya menjadi teori, tahap ini dikenal sebagai grounded theory research (Sarwono, 2003).

semoga bermanfaat!
Baca juga :

Klasifikasi Penelitian menurut Tujuan

Penelitian
Share:

Quantum Mechanics


PROBLEMS AND SOLUTIONS IN QUANTUM MECHANICS
Buku ini diselesaikan sesuai dengan topik standar yang tercakup dalam program sarjana dan pascasarjana yang mengajarkan mekanika kuantum. Benar-benar up-to-date untuk penyajian masalah juga disertakan pada topik yang menarik saat ini yang masih jauh dari literatur yang ada. Penyelesaian disajikan secara rinci, untuk memungkinkan siswa untuk mengikuti setiap langkah. Penekanannya adalah pada menekankan prinsip-prinsip dan metode ilmiah yang digunakan, yang memungkinkan siswa untuk menguasai cara berpikir dan teknik pemecahan masalah. Masalah-masalah itu sendiri lebih lama dari yang biasanya ditemui dalam buku teks dan terdiri dari sejumlah pertanyaan berbasis di sekitar tema sentral, menyoroti sifat dan konsep yang menarik. Untuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana, serta mereka yang terlibat dalam pengajaran mekanika kuantum, buku ini dapat digunakan sebagai teks tambahan atau sebagai alat belajar-sendiri yang independen. Kyriakos Tamvakis belajar di University of Athens dan memperoleh gelar Ph.D. di Brown University, Providence, Rhode Island, USA pada tahun 1978. Sejak itu ia telah memegang beberapa jabatan di CERN Divisi Teori di Jenewa, Swiss. Dia telah menjadi Profesor Fisika Teoretis di University of Ioannina, Yunani, sejak tahun 1982. Profesor Tamvakis telah menerbitkan 90 artikel tentang fisika energi tinggi teoritis dalam berbagai jurnal dan telah menulis dua buku teks dalam bahasa Yunani, pada mekanika kuantum dan pada elektrodinamika klasik . Buku ini didasarkan pada pengalaman lebih dari 20 tahun 'mengajar subjek ini.

Bagus juga untuk latihan soal un kimia. Bagi guru juga bisa untuk menedalami metode ilmiah.

PROBLEMS AND SOLUTIONS

IN QUANTUM MECHANICS

KYRIAKOS TAMVAKIS

University of Ioannina

Cambridge, New York, Melbourne, Madrid, Cape Town, Singapore, São Paulo

Cambridge University Press

The Edinburgh Building, Cambridge , UK

First published in print format

© K. Tamvakis 2005

2005

Information on this title: www.cambridge.org/9780521840873

This publication is in copyright. Subject to statutory exception and to the provision of

relevant collective licensing agreements, no reproduction of any part may take place

without the written permission of Cambridge University Press.


Cambridge University Press has no responsibility for the persistence or accuracy of

for external or third-party internet websites referred to in this publication, and does not

guarantee that any content on such websites is, or will remain, accurate or appropriate.

Download bukunya

Download Sekarang
Share:

Post Populer

BERLANGGANAN

ANGGOTA

Post Terbaru