Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Jurnal pendidikan kimia
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Volume 10 Nomor 2 Tahun 2019 kali ini terbit dengan artikel-artikel yang menarik. Topik artikel kali ini meliputi: Kualitas soal penilaian akhir semester (PAS) buatan guru mata pelajaran kimia. Kemampuan siswa memperoleh dan memahami konsep hidrolisis garam dalam pembelajaran menggunakan LKS berbasis belajar penemuan. Pemahaman konsep tata nama senyawa biner dan poliatomik pasca pembelajaran menggunakan LKS-deduktif dan LKS-induktif. Perbedaan penguasaan konsep kerja larutan penyangga hasil pembelajaran menggunakan LKS-induktif dan LKS-deduktif. Analisis kesesuaian konsep struktur atom pada buku kimia kelas X SMA/MA terhadap silabus kurikulum 2013 edisi revisi dan penyusunan makro wacana. Analisis kesesuaian konsep ikatan kimia terhadap silabus kurikulum 2013 dan penyusunan makro wacana. Kesulitan siswa dalam memahami konsep pengaruh penambahan ion senama terhadap kelarutan. Pengaruh pemberian tuntunan penyelesaian latihan soal dalam pembelajaran langsung terhadap peningkatan pemahaman konsep pereaksi pembatas. Pengaruh pemberian tuntunan penyelesaian latihan soal dalam pembelajaran langsung terhadap pemahaman konsep perhitungan pH larutan penyangga asam. Pengaruh pemberian tuntunan penyelesaian latihan soal dalam pembelajaran langsung terhadap pemahaman konsep mol. Pengaruh penggunaan LKS berbantuan media PHET terhadap pemahaman konsep meramalkan bentuk molekul.
Published: 2019-12-31

Articles

Share:

Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Jurnal ilmiah kanderang tingang berisi artikel hasil penelitian
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Volume 9 Nomor 2 Tahun 2018 kali ini memuat artikel hasil penelitian dan hasil kajian pustaka. Topik artikel kali ini meliputi: Dimensi pengetahuan dan tingkat berpikir pada pembelajaran kimia. Kesulitan siswa memahami pereaksi pembatas di SMA. Penerapan pendekatan saintifik dengan bantuan LKS-induktif dalam pembelajaran faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Strategi mengajar kimia (lintas minat) melalui modifikasi leaderless group discussion (LGD). Optimasi kondisi proses pengendapan hidroksida logam - logam berat kromium dan nikelsecara bertingkat dalam Limbah cair elektroplating. Kemampuan bernalar ilmiah mahasiswa pada mata kuliah kimia teknik.
Published: 2018-12-31
Share:

Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Volume 9 Nomor 1 Tahun 2018 kali ini memuat artikel hasil penelitian pendidikan. Topik artikel kali ini meliputi: Pemahaman konsep sifat keperiodikan unsur pada mahasiswa pendidikan kimia menggunakan model discovery learning. Jenis-jenis tumbuhan penyusun vegetasi rawa gambut di wilayah kota palangka raya provinsi kalimantan tengah. Pembelajaran sejarah indonesia berbasis peristiwa-peristiwa lokal di Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Sintesis dan karakterisasi komposit magnetik lempung putih asal kalimantan tengah sebagai adsorben zat warna pada limbah cair. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-pair-share untuk mengembangkan sikap sosial siswa. Pengembangan bahan ajar pergeseran kesetimbangan menggunakan media visual. Evaluating instrument quality: rasch model – analyses of post test of curriculum 2013 training .
Published: 2018-06-30
Share:

PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN SOAL TERSTRUKTUR SETELAH PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IKATAN ION PADA SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 4 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2018/2019

9772087166009

Volume 10, Nomor 01, Januari - Juni 2019
ISSN: 2087‒166X
JURNAL ILMIAH KANDERANG TINGANG

PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN SOAL TERSTRUKTUR SETELAH PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IKATAN ION PADA SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 4 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2018/2019

 Yuni Asi(1), Abudarin(2), Nopriawan Berkat Asi(2)

1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Palangka Raya
2Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Palangka Raya

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian latihan soal terstruktur setelah pembelajaran langsung terhadap pemahaman konsep Ikatan ion pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 4 Palangka Raya tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian non ekuivalen pretest-posttest control group design dan melibatkan sebanyak 72 siswa dari dua kelas X IPA SMA Negeri 4 Palangka Raya sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling, yaitu siswa kelas X IPA-2 (kelas eksperimen) sebanyak 36 orang siswa dan siswa kelas X IPA-4 (kelas kontrol) sebanyak 36 orang siswa. Instrumen yang digunakan berupa soal tes pemahaman konsep (tes I dan tes II), latihan soal terstruktur, dan latihan soal tak terstruktur. Data tes I diperoleh setelah pembelajaran langsung dan data tes II diperoleh setelah pembelajaran menggunakan latihan soal terstruktur dan latihan soal tak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “pemberian latihan soal terstruktur berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa tentang ikatan ion setelah pembelajaran langsung pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 4 Palangka Raya Tahun Ajaran 2018/2019”.

Kata kunci: ikatan ion, latihan soal terstruktur

Lihat Artikel

DAFTAR RUJUKAN
Arikunto, S. 2007. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Azhar, Arsyad. 2014. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Gravindo Persada.
Dahar, R. W. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.
Dwi, Yunita. 2014. Peningkatan Pemahaman Konsep Ikatan Kovalen dengan Menggunakan LKS Latihan Soal Terstruktur Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sanaman Mantikei Tumbang Kaman Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi sarjana, tidak diterbitkan. Universitas Palangka Raya.
Endang, S. 2014. Kimia 1 Untuk Kelas X SMA dan MA. Solo: PT.Wangsa Jatra Lestari.
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Khairani, Makmun. 2014. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Aswaja Pressindo
Mairing, Jackson Pasini. 2017. Statistika Pendidikan. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Majid, Abdul. 2015. Strategi Pembelajaran. Bandung: Rosda.
Oktami, Vevi. 2015. Pemahaman Konsep Ikatan Ion Pada Siswa Kelas X-TEKNIK MESIN SMK Negeri 1 Palangka Raya Tahun Ajaran 2014/2015 Dalam Pembelajaran Menggunkan LKS-Latihan Soal Terstruktur. Skripsi sarjana, tidak diterbitkan. Universitas Palangka Raya.
Prastowo, Andi. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Rika, Agus Parlin. 2014. Analisis Pemahaman Konsep Ikatan Ion  Pada Siswa Kelas X Pembelajaran Menggunakan LKS-Latihan Soal Terstruktur di SMA Negeri 1 Sanaman Mantikei Tumbang Kaman Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi sarjana, tidak diterbitkan. Universitas Palangka Raya.
Sastra. 2010. Pembelajaran “Blended Learning”. Diunduh Pada tanggal 10 Desember 2018 dari http://matematikablendedlearning.blogspot.com//2010/11/lembar-kerja-siswa-lks-terstruktur.html.   
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudarmo, Unggul. 2016. Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kulaitatif dan R & D. Bandung : Cv. Alfa Beta.
Susanto, A. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group Sudjana.
Tim Penulis Buku Pedoman Skripsi FKIP UPR. 2017. Pedoman Penulisan Skripsi. Palangka Raya : Universitas Palangka Raya.
Trianto. 2011. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruksi. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Share:

PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN SOAL TERSTRUKTUR SETELAH PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IKATAN KOVALEN PADA SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 4 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2018/2019

9772087166009

Volume 10, Nomor 01, Januari - Juni 2019
ISSN: 2087‒166X
JURNAL ILMIAH KANDERANG TINGANG

PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN SOAL TERSTRUKTUR SETELAH PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IKATAN KOVALEN PADA SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 4 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2018/2019


Mitra Otania(1), Abudarin(2), Nopriawan Berkat Asi(2)
1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Palangka Raya
2Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Palangka Raya

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian latihan soal terstruktur setelah pembelajaran langsung terhadap pemahaman konsep Ikatan kovalen pada Siswa Kelas X IPA SMA Negeri 4 Palangka Raya Tahun Ajaran 2018/2019. Penelitian ini melibatkan sebanyak 70 orang siswa kelas X IPA SMA Negeri 4 Palangka Raya Tahun Ajaran 2018/2019. Instrumen yang digunakan berupa soal tes I, soal tes II, latihan soal terstruktur dan latihan soal tak terstruktur. Data tes I diperoleh setelah pembelajaran langsung dan data tes II diperoleh setelah pembelajaran menggunakan latihan soal terstruktur pada kelas eksperimen dan latihan soal tak terstruktur pada kelas control. Hasil uji statistik menggunakan uji-t pada taraf signifikan 5%, menunjukkan bahwa latihan soal terstruktur berpengaruh terhadap pemahaman  siswa kelas X IPA SMA Negeri 4 Palangka Raya tentang konsep ikatan kovalen lebih baik dari siswa yang menggunakan latihan soal tak terstruktur.

Kata kunci: Latihan Soal,Terstruktur, Pemahaman Konsep, Pengaruh

Lihat Artikel

DAFTAR RUJUKAN
Alfiah, Nur Dan Tatag Yuli Eko Siswono. 2014. Identifikasi Kesulitan Metakognisi Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika. Mathedunesa-Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika,3(2): 131-138
Arends, Trianto. 2011. Proses Pembelajaran Langsung. Jakarta: Rosda.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Manajemen Penelitian (Edisi Revisi). Jakarta: PT Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2007. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Dahar, R. W. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Erlangga.
Depdiknas. Kurikulum Kimia 2013. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembimbingan Tenaga Kependidikan.
Dwi Yunita, 2014. Pemahaman Peningkatan Konsep Ikatan Kovalen Pada Siswa Kelas X SMAN-1 Tumbang Kaman Tahun Ajaran 2013/2014 Hasil Pembelajaran Menggunakan LKS-Penyelesaian Soal Terstruktur. Peningkatan pemahaman konsep siswa pada rata-rata indikator saat pretest dan pembelajaran sebesar 75,95%.
Endang , Susilowati. 2014. Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta: Erlangga.
Hamalik, Oemar. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Hamalik. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Hidayat, Azis. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Gramedia.
Joesmani. 1988. Prestasi Belajar. Jakarta : Erlangga.
Lesiana Sari, 2017. Peningkatan Pemahaman Konsep Hasil Kali Kelarutan Pasca Pembelajaran Menggunakan LKS-Latihan Soal Terstruktur pada Siswa Kelas XII IPA SMA Kristen Palangka Raya Tahun Ajaran 2016/2017. Kemampuan belajar siswa memahami konsep Hasil Kali Kelarutan dengan pembelajaran langsung sebesar 49,65%, setelah pembelajaran menggunakan LKS-Latihan Soal Tersturktur meningkat menjadi 89,69%.
Mairing, Jackson Pasini. 2017. Statistika Pendidikan. Yogyakarta : CV. Andi Offest.
Majid, Abdul. 2015. Strategi Pembelajaran. Bandung : Rosda
Nazir, Moh. 2014. Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia.
Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta : Diva Press.
Purwanto. 2011. Statistika untuk Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Sastra, Eric. 2010. Pembelajaran “Blended Learning”. Diunduh pada Tanggal 10 Desember 2017 dari
Slameto. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Erlangga.
Tim Penulis Buku Pedoman Skripsi FKIP UPR. 2017. Pedoman Penulisan Skripsi. Palangka Raya: Universitas Palangka Raya.
Trianto. 2009. Mendesain Modul Pembelajaran Inovatif-Progresif. Surabaya: Kencana Prenada Media Group.
Winda Oktariana, 2012. Pemahaman Konsep Ikatan Kimia Siswa Kelas X SMKN-1 Palangka Raya Tahun Ajaran 2014/2015 Hasil Pembelajaran Menggunakan LKS-Penyelesaian Soal Terstruktur. Peningkatan pemahaman konsep siswa pada rata-rata indikator saat pretest dan pembelajaran sebesar 50,95%.
Wulandari, Erna Tri, dkk. 2016. Kimia Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam SMA/MA Kelas X. Klaten: Intan Pariwara.
Share:

PENGARUH PENGGUNAAN LKS BAHALAP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP LARUTAN PENYANGGA PADA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2018/2019

9772087166009

Volume 10, Nomor 01, Januari - Juni 2019
ISSN: 2087‒166X
JURNAL ILMIAH KANDERANG TINGANG

PENGARUH PENGGUNAAN LKS BAHALAP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP LARUTAN PENYANGGA PADA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2018/2019

 

Elmy Noor Aisyah(1), Suandi Sidauruk(2), Ruli Meiliawati(2)
(1)Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Palangka Raya
(2)Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Palangka Raya

Abstrak :Penelitian merupakan penelitian deskriptif, dilaksanakan di SMA Negeri 3 Palangka Raya pada 28  siswa di kelas XI MIPA 1 SMAN 3 Palangka Raya Tahun ajaran 2018/2019. Data penelitian dijaring melalui tes, yakni 5 tahapan pembelajaran, yakni pra LKS, LKS, pasca LKS, diskusi, dan pasca diskusi. Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh penggunaan LKS terhadap pemahaman siswa dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Indikator 1 mengidentifikasi sifat-sifat larutan penyangga skor rata-rata siswa 7,14% pada tahap pra LKS, meningkat menjadi 60,71% pada tahap pasca LKS. (2) Indikator 2 skor rata-rata siswa 42,86% pada tahap pra LKS, meningkat menjadi 86,61% pada tahap pasca LKS. (3) Indikator 3 skor rata-rata siswa 39,29% pada tahap pra LKS, meningkat menjadi 100% pada tahap pasca LKS. (5) Indikator 4 skor rata-rata siswa 26,79% pada tahap pra LKS, pada tahap pasca LKS meningkat menjadi 79,46%.

Kata kunci: konsep, larutan penyangga, pengaruh, pemahaman

Lihat Artikel

DAFTAR PUSTAKA
Departermen Pendidikan Nasional. (2003). Garis-Garis Besar Program Pengajaran Ilmu Kimia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Mentari, Luh, I Nyoman Suardana dan I Wayan Subagia. 2014. Analisis Miskonsepsi Siswa Sma Pada Pembelajaran Kimia Untuk Materi Larutan Penyangga. Denpasar: Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja
Suryadi, didi. 2010. Menciptakan Proses Belajar Aktif: Kajian dari Sudut Pandang Teori Belajar Dan Teori Didaktik 1. Bandung: Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA UPI
Triyanto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Share:

KESULITAN MEMAHAMI KONSEP KIMIA UNSUR GOLONGAN VII A (HALOGEN) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA UNIVERSITAS PALANGKA RAYA TAHUN AKADEMIK 2018/2019

9772087166009

Volume 10, Nomor 01, Januari - Juni 2019
ISSN: 2087‒166X
JURNAL ILMIAH KANDERANG TINGANG

KESULITAN MEMAHAMI KONSEP KIMIA UNSUR GOLONGAN VII A (HALOGEN) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA UNIVERSITAS PALANGKA RAYA TAHUN AKADEMIK 2018/2019

 

Farida Meliana Lumban Tobing(1), Suandi Sidauruk(2), Ruli Meiliawati(2)

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Palangka Raya

Abstrak :Konsep kimia unsur golongan VII A (halogen) merupakan pokok bahasan di Universitas pada mata kuliah kimia dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep kimia unsur golongan VII A (halogen) pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Palangka Raya tahun akademik 2018/2019. Subjek penelitian yaitu 111 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Palangka Raya. Pengambilan data dilakukan dalam satu kali pertemuan pada tiap semester yang berbeda. Data dijaring menggunakan instrumen wacana kimia unsur halogen (WKUH) dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep kimia unsur golongan VII A (halogen). Rerata persentase kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep mengidentifikasi sifat kereaktifan, sifat keperiodikan, sifat kelarutan, sifat oksidator dan reduktor, sifat asam-basa, dan mendeskripsikan cara pembuatan, manfaat, dan bahaya unsur golongan VII A (halogen) sebesar 61,94%, 48,38%, 64,19%, 60%. 68,32%, 52,31%.

Kata kunci: halogen, kesulitan, konsep

Lihat Artikel

DAFTAR RUJUKAN
Carin, A. A. & Sund, R.B. (1989). Chemistry A Modern Course. Colombus: Merrill Publishing Company.
Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar, Konsep-konsep Inti Edisi Ketiga, Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Cotton, F. A, dan Wilkinson. G. 1984. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: UI Press.
Dahar, Ratna Wilis. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.
Harjasujana, A.S. & Mulyati, Y. (1997). “Membaca 2”, Modul Universitas
Terbuka. Jakarta: Depdikbud.
Keenan, Charles W.1984.Kimia untuk Universitas. Jakarta: Erlangga.
Keenan, Charles W.1986.Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga.
Sudjana, Nana. 2005. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sudjana, Nana. 2006. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya.
Keenan, W. Charles. 1986. Ilmu Kimia Untuk Universitas Edisi VI. Jakarta : Erlangga.
Purba, Michael. 2006. Kimia 3 Untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
Sobur, Alex. 2006. Semiotika Komunikasi. Bandung: Rosdakarya.
Sukmadinata, Nana S. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sunarya, Yayan. 2012. Kimia Dasar 2. Bandung: Yrama Widya. 
Suwarto. 2013. Pengembangan Tes Diagnostik dalam Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tarigan, H. G. 1987. Pengajaran Wacana. Bandung: Angkasa.
Share:

Ketua Program Studi

Ketua Program Studi

Statistik Pengunjung

Post Populer

BERLANGGANAN

ANGGOTA

Ads

Post Terbaru