Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya

PROPOSAL SKRIPSI

Skripsi adalah tugas akhir untuk mahasiswa Program Sarjana (S1). Skripsi adalah suatu tulisan ilmiah berupa hasil penelitian yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku.

Proposal penelitian skripsi adalah suatu usulan penelitian yang diajukan oleh mahasiswa untuk menghasilkan skripsi dan/atau produk penelitian. Adapun maksud proposal penelitian skripsi adalah sebagai berikut:
1. Untuk merumuskan masalah apa yang akan diteliti dan mengapa masalah tersebut penting. 
2. Untuk mengkaji upaya penelititan‐penelitian lain yang telah dilakukan dalam masalah serupa. 
3. Untuk menguraikan jenis data yang diperlukan dalam penyelesaian masalah dan bagaimana metode pengumpulan data, pengolahan data dan menganalisisnya.

Manfaat Proposal
a. Manfaat bagi peneliti 
1. Persamaan Persepsi 
Permasalahan-permasalahan yang akan diselidiki merupakan permasalahan yang diinginkan untuk diselidiki oleh mahasiswa dan pembimbing. 
2. Orientasi Penelitian 
Dengan menyusun proposal terlebih dahulu sebelum melaksanakan penelitian, peneliti menjadi lebih mampu melihat keseluruhan aspek penelitian. Data apa saja yang harus dikumpulkan, metoda analisis yang akan dipergunakan, serta waktu dan anggaran penelitian semuanya dapat dipersiapan dan dapat diketahui dalam proposal penelitian. 
3. Pedoman Pelaksanaan Penelitian 
Dari proposal penelitian, diketahui kegiatan apa saja yang akan dilakukan baik dari jenis kegiatan maupun waktu pelaksanaan kegiatan. 
4. Kejelasan Kegiatan Penelitian 
Dengan menggunakan proposal yang baik, kegiatan penelitian yang akan dilakukan menjadi lebih jelas. Dengan menggunakan proposal, efisiensi waktu penelitian dapat ditingkatkan, kemungkinan kesalahan penelitian dapat dikurangi, dan pada umumnya akan menghasilkan kualitas penelitian yang lebih tinggi. 
5. Kemudahan Evaluasi Penelitian 
Dari proposal penelitian dapat diketahui kegiatan apa saja yang harus, tidak perlu, atau tidak mungkin dapat dilaksanakan. Pembimbing skripsi, serta pihak lain yang terkait dapat mengetahui kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh peneliti dan dapat memberikan saran atau koreksi sesuai dengan fungsi dan kepentingan masing‐masing. 
6. Proteksi Pelaksanaan Penelitian 
Proposal yang sudah disusun dan disetujui oleh pembimbing dan diketahui ketua program studi dapat menjadi ”pelindung” peneliti dari permintaan perubahan kegiatan penelitian. Dengan menunjukan proposal, campur tangan dari berbagai pihak lain dapat dihindarkan, karena apa yang diminta tidak tertulis dalam proposal. 
7. Persetujuan Peneliti dan Pembimbing 
Dari proposal akan diketahui batasan sejauh mana informasi yang akan diperoleh pembimbing, sehingga akan dapat mengurangi harapan yang akan berlebihan dari pembimbing.

Manfaat bagi pembimbing (dalam pemenuhan unsur penelitian)
1. Jaminan Kualitas Penelitian 
Proposal penelitian yang diajukan harus memberikan informasi yang diinginkan oleh pembimbing dan mahasiswa. Hal ini perlu dilakukan sebelum peneliti mengeluarkan lebih banyak biaya untuk kegiatan penelitian yang tidak mempunyai nilai manfaat yang cukup. 
2. Persetujuan Metode Penelitian 
Metode dan teknik penelitian harus disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi pembimbing dan peneliti sebelum penelitian akan dilakukan. 
3. Kendali Penelitian 
Proposal akan berfungsi sebagai kendali pelaksanaan penelitian, sehingga pembimbing akan dapat memperoleh hasil penelitian dengan menggunakan metode dan teknik sesuai dengan apa yang tertulis dalam proposal. 
4. Prioritas Penelitian 
Peneliti menyusun daftar preferensi penelitian atas usulan‐usulan yang diterima dari pembimbing. Daftar ini sangat penting bagi pembimbing, terutama dalam hubungannya dengan kendala waktu dan dana yang tersedia untuk penelitian. 
5. Penilaian Informasi 
Dalam rangka penentuan biaya penelitian yang akan dikeluarkan oleh peneliti (dan pembimbing jika memungkinkan), nilai informasi penelitian merupakan masukan yang sangat penting.

Struktur Proposal Skripsi
1. Halaman Judul 
Judul penelitian sebaiknya disusun ringkas‐padat dan menarik. 
2. Pendahuluan
a. Latar Belakang 
Latar belakang berisi uraian singkat mengenai “lingkungan” di seputar masalah yang akan diteliti. 
b. Rumusan Masalah 
Namun juga harus diperhatikan susunan paragrafnya, agar suatu permasalahan dapat diuraikan secara runtut dan focus dengan dihasilkannya kata akhir suatu permasalahan yang dapat ditangkap dan dimengerti oleh pembaca secara jelas. 
c. Tujuan Penelitian 
Bagian ini menjabarkan secara jelas apa saja yang direncanakan untuk dilakukan dalam usulan penelitian. 
d. Manfaat Penelitian 
Penekanan pentingnya dilakukan penelitian ini dapat dijabarkan dalam bagian ini. 
3. Studi Pustaka 
Bagian ini melihat kembali semua penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya ataupun yang sedang dilakukan, yang memiliki hubungan dengan penelitian yang akan dilakukan ini. 
4. Metodologi
a. Desain Penelitian 
Desain penelitian menggambarkan apa yang akan dilakukan oleh peneliti,yaitu tahapan yang akan dilakukan, informasi mengenai cara penarikan sample bila diperlukan survei primer, berapa besarnya sample, metode pengumpulan data, instrumen penelitan, dan prosedur teknis penelitan lainnya. 
b. Analisis Data 
Dalam bagian ini perlu dijabarkan mengenai metode yang direncanakan dan dasar teoritis untuk memakai teori tersebut (dalam analisis data). 
c. Anggaran 
Dalam penelitian harus diketahui secara benar pos‐pos apa saja yang dianggarkan dalam pelaksanaan penelitian. 
d. Jadwal 
Jadwal ini perlu dibuat untuk memperlihatkan gambaran mengenai kapan dan berapa lama jangka waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap langkah dalam penelitian. 
5. Daftar Pustaka 
Semua kegiatan penelitian memerlukan referensi atau kepustakaan dari banyak sumber untuk menghindari unsur penjiplakan. 
6. Lampiran 
Lampiran ditujukan untuk memuat hal‐hal yang perlu dijelaskan dalam penelitian.

Seminar dan Evaluasi Proposal
Seminar proposal bermanfaat untuk memperoleh masukkan dan saran dalam melakukan perbaikan dan evaluasi proposal. Suatu usulan penelitian dapat dievaluasi secara formal dan tidak formal. Evaluasi formal didasarkan pada kriteria yang dibuat oleh fakultas atau program studi berdasarkan kebutuhan sebelum mereka menilai. Evaluasi secara tidak formal penilaiannya didasarkan pada sejauh mana usulan tersebut sesuai dengan kebutuhan suatu proyek penelitian beserta kriterianya, tanpa harus didokumentasikan secara lengkap.
Ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan agar suatu usulan proposal dapat mendapat perhatian, yakni sebagai berikut: 
1. Proposal harus ditampilkan secara rapi, terstruktur, dan terorganisasi. 
2. Topik utama dari proposal hendaknya dapat ditemukan dan dipahami dengan cepat dan mudah.

Beberapa pedoman cara penulisan laporan yang baik: 
􀂃 Buatlah kalimat sejelas mungkin. Setiap kalimat haruslah diusahakan dalam bentuk kalimat tunggal yang sempurna. Usahakan pula agar setiap paragraf jangan terlalu panjang. Tulislah buah pikiran yang ada ke dalam kalimat‐kalimat yang dibagi menjadi beberapa paragraf dan gunakan sub‐bab, apabila perlu untuk setiap butir yang dianggap penting. 
􀂃 Berhati‐hatilah dalam menggunakan istilah (terminologi). Terlebih‐lebih dalam suatu penelitian ilmu sosial-humaniora, sikap berhati‐hati dalam setiap mengemukakan istilah‐istilah tersebut harus tinggi. Kalau tidak, mungkin dapat menimbulkan berbagai macam kesalahpahaman. Setiap istilah haruslah didefinisikan secara jelas dan konsisten. Istilah‐istilah yang digunakan sebaiknya juga disesuaikan dengan sasaran/ pembaca laporan. 
􀂃 Gunakan tata bahasa, ejaan, dan tanda‐tanda kalimat (koma, seru, titik dua, dan lain sebagainya) yang baku. Dengan demikian adanya kemungkinan salah pengertian antara penulis dan pembaca dapat dihindari. 
􀂃 Usahakan menggunakan kalimat langsung dan positif, serta hindarkan penggunaan kalimat‐kalimat yang kompleks. Jangan menggunakan kata‐kata yang tidak berguna dan hindarkan penggunaan istilah yang bersifat lokal. 
􀂃 Berilah nomor urut pada setiap bab, sub‐bab, tabel dan diagram secara konsisten dan memadai. Hindari cara pemberian nomor urut yang tidak konsisten dan berlebih‐lebihan. 
􀂃 Gunakan catatan kaki (footnotes) atau bodynotes. Kalau menggunakan footnotes harus secara konsisten, dan beri nomor secara berurutan dan letakkan setiap catatan kaki pada bagian bawah di masing‐masing halaman yang bersangkutan. Dapat pula kita mengelompokkan catatan kaki itu di bagian belakang pada akhir laporan asal saja nomor urutnya tetap konsisten. Jika menggunakan bodynotes juga harus konsisten, dengan memasukkan tahun saja atau tahun beserta halaman yang dikutip.
Semoga bermanfaat.


Share:

Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Jurnal pendidikan kimia
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Volume 10 Nomor 2 Tahun 2019 kali ini terbit dengan artikel-artikel yang menarik. Topik artikel kali ini meliputi: Kualitas soal penilaian akhir semester (PAS) buatan guru mata pelajaran kimia. Kemampuan siswa memperoleh dan memahami konsep hidrolisis garam dalam pembelajaran menggunakan LKS berbasis belajar penemuan. Pemahaman konsep tata nama senyawa biner dan poliatomik pasca pembelajaran menggunakan LKS-deduktif dan LKS-induktif. Perbedaan penguasaan konsep kerja larutan penyangga hasil pembelajaran menggunakan LKS-induktif dan LKS-deduktif. Analisis kesesuaian konsep struktur atom pada buku kimia kelas X SMA/MA terhadap silabus kurikulum 2013 edisi revisi dan penyusunan makro wacana. Analisis kesesuaian konsep ikatan kimia terhadap silabus kurikulum 2013 dan penyusunan makro wacana. Kesulitan siswa dalam memahami konsep pengaruh penambahan ion senama terhadap kelarutan. Pengaruh pemberian tuntunan penyelesaian latihan soal dalam pembelajaran langsung terhadap peningkatan pemahaman konsep pereaksi pembatas. Pengaruh pemberian tuntunan penyelesaian latihan soal dalam pembelajaran langsung terhadap pemahaman konsep perhitungan pH larutan penyangga asam. Pengaruh pemberian tuntunan penyelesaian latihan soal dalam pembelajaran langsung terhadap pemahaman konsep mol. Pengaruh penggunaan LKS berbantuan media PHET terhadap pemahaman konsep meramalkan bentuk molekul.
Published: 2019-12-31

Articles

Share:

Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Jurnal ilmiah kanderang tingang berisi artikel hasil penelitian
Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Volume 9 Nomor 2 Tahun 2018 kali ini memuat artikel hasil penelitian dan hasil kajian pustaka. Topik artikel kali ini meliputi: Dimensi pengetahuan dan tingkat berpikir pada pembelajaran kimia. Kesulitan siswa memahami pereaksi pembatas di SMA. Penerapan pendekatan saintifik dengan bantuan LKS-induktif dalam pembelajaran faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Strategi mengajar kimia (lintas minat) melalui modifikasi leaderless group discussion (LGD). Optimasi kondisi proses pengendapan hidroksida logam - logam berat kromium dan nikelsecara bertingkat dalam Limbah cair elektroplating. Kemampuan bernalar ilmiah mahasiswa pada mata kuliah kimia teknik.
Published: 2018-12-31
Share:

Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang

Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang Volume 9 Nomor 1 Tahun 2018 kali ini memuat artikel hasil penelitian pendidikan. Topik artikel kali ini meliputi: Pemahaman konsep sifat keperiodikan unsur pada mahasiswa pendidikan kimia menggunakan model discovery learning. Jenis-jenis tumbuhan penyusun vegetasi rawa gambut di wilayah kota palangka raya provinsi kalimantan tengah. Pembelajaran sejarah indonesia berbasis peristiwa-peristiwa lokal di Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Sintesis dan karakterisasi komposit magnetik lempung putih asal kalimantan tengah sebagai adsorben zat warna pada limbah cair. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-pair-share untuk mengembangkan sikap sosial siswa. Pengembangan bahan ajar pergeseran kesetimbangan menggunakan media visual. Evaluating instrument quality: rasch model – analyses of post test of curriculum 2013 training .
Published: 2018-06-30
Share:

PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN SOAL TERSTRUKTUR SETELAH PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IKATAN ION PADA SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 4 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2018/2019

9772087166009

Volume 10, Nomor 01, Januari - Juni 2019
ISSN: 2087‒166X
JURNAL ILMIAH KANDERANG TINGANG

PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN SOAL TERSTRUKTUR SETELAH PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IKATAN ION PADA SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 4 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2018/2019

 Yuni Asi(1), Abudarin(2), Nopriawan Berkat Asi(2)

1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Palangka Raya
2Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Palangka Raya

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian latihan soal terstruktur setelah pembelajaran langsung terhadap pemahaman konsep Ikatan ion pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 4 Palangka Raya tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian non ekuivalen pretest-posttest control group design dan melibatkan sebanyak 72 siswa dari dua kelas X IPA SMA Negeri 4 Palangka Raya sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling, yaitu siswa kelas X IPA-2 (kelas eksperimen) sebanyak 36 orang siswa dan siswa kelas X IPA-4 (kelas kontrol) sebanyak 36 orang siswa. Instrumen yang digunakan berupa soal tes pemahaman konsep (tes I dan tes II), latihan soal terstruktur, dan latihan soal tak terstruktur. Data tes I diperoleh setelah pembelajaran langsung dan data tes II diperoleh setelah pembelajaran menggunakan latihan soal terstruktur dan latihan soal tak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “pemberian latihan soal terstruktur berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa tentang ikatan ion setelah pembelajaran langsung pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 4 Palangka Raya Tahun Ajaran 2018/2019”.

Kata kunci: ikatan ion, latihan soal terstruktur

Lihat Artikel

DAFTAR RUJUKAN
Arikunto, S. 2007. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Azhar, Arsyad. 2014. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Gravindo Persada.
Dahar, R. W. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.
Dwi, Yunita. 2014. Peningkatan Pemahaman Konsep Ikatan Kovalen dengan Menggunakan LKS Latihan Soal Terstruktur Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sanaman Mantikei Tumbang Kaman Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi sarjana, tidak diterbitkan. Universitas Palangka Raya.
Endang, S. 2014. Kimia 1 Untuk Kelas X SMA dan MA. Solo: PT.Wangsa Jatra Lestari.
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Khairani, Makmun. 2014. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Aswaja Pressindo
Mairing, Jackson Pasini. 2017. Statistika Pendidikan. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Majid, Abdul. 2015. Strategi Pembelajaran. Bandung: Rosda.
Oktami, Vevi. 2015. Pemahaman Konsep Ikatan Ion Pada Siswa Kelas X-TEKNIK MESIN SMK Negeri 1 Palangka Raya Tahun Ajaran 2014/2015 Dalam Pembelajaran Menggunkan LKS-Latihan Soal Terstruktur. Skripsi sarjana, tidak diterbitkan. Universitas Palangka Raya.
Prastowo, Andi. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Rika, Agus Parlin. 2014. Analisis Pemahaman Konsep Ikatan Ion  Pada Siswa Kelas X Pembelajaran Menggunakan LKS-Latihan Soal Terstruktur di SMA Negeri 1 Sanaman Mantikei Tumbang Kaman Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi sarjana, tidak diterbitkan. Universitas Palangka Raya.
Sastra. 2010. Pembelajaran “Blended Learning”. Diunduh Pada tanggal 10 Desember 2018 dari http://matematikablendedlearning.blogspot.com//2010/11/lembar-kerja-siswa-lks-terstruktur.html.   
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudarmo, Unggul. 2016. Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kulaitatif dan R & D. Bandung : Cv. Alfa Beta.
Susanto, A. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group Sudjana.
Tim Penulis Buku Pedoman Skripsi FKIP UPR. 2017. Pedoman Penulisan Skripsi. Palangka Raya : Universitas Palangka Raya.
Trianto. 2011. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruksi. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Share:

PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN SOAL TERSTRUKTUR SETELAH PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IKATAN KOVALEN PADA SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 4 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2018/2019

9772087166009

Volume 10, Nomor 01, Januari - Juni 2019
ISSN: 2087‒166X
JURNAL ILMIAH KANDERANG TINGANG

PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN SOAL TERSTRUKTUR SETELAH PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IKATAN KOVALEN PADA SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 4 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2018/2019


Mitra Otania(1), Abudarin(2), Nopriawan Berkat Asi(2)
1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Palangka Raya
2Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Palangka Raya

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh pemberian latihan soal terstruktur setelah pembelajaran langsung terhadap pemahaman konsep Ikatan kovalen pada Siswa Kelas X IPA SMA Negeri 4 Palangka Raya Tahun Ajaran 2018/2019. Penelitian ini melibatkan sebanyak 70 orang siswa kelas X IPA SMA Negeri 4 Palangka Raya Tahun Ajaran 2018/2019. Instrumen yang digunakan berupa soal tes I, soal tes II, latihan soal terstruktur dan latihan soal tak terstruktur. Data tes I diperoleh setelah pembelajaran langsung dan data tes II diperoleh setelah pembelajaran menggunakan latihan soal terstruktur pada kelas eksperimen dan latihan soal tak terstruktur pada kelas control. Hasil uji statistik menggunakan uji-t pada taraf signifikan 5%, menunjukkan bahwa latihan soal terstruktur berpengaruh terhadap pemahaman  siswa kelas X IPA SMA Negeri 4 Palangka Raya tentang konsep ikatan kovalen lebih baik dari siswa yang menggunakan latihan soal tak terstruktur.

Kata kunci: Latihan Soal,Terstruktur, Pemahaman Konsep, Pengaruh

Lihat Artikel

DAFTAR RUJUKAN
Alfiah, Nur Dan Tatag Yuli Eko Siswono. 2014. Identifikasi Kesulitan Metakognisi Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika. Mathedunesa-Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika,3(2): 131-138
Arends, Trianto. 2011. Proses Pembelajaran Langsung. Jakarta: Rosda.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Manajemen Penelitian (Edisi Revisi). Jakarta: PT Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2007. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Dahar, R. W. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Erlangga.
Depdiknas. Kurikulum Kimia 2013. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembimbingan Tenaga Kependidikan.
Dwi Yunita, 2014. Pemahaman Peningkatan Konsep Ikatan Kovalen Pada Siswa Kelas X SMAN-1 Tumbang Kaman Tahun Ajaran 2013/2014 Hasil Pembelajaran Menggunakan LKS-Penyelesaian Soal Terstruktur. Peningkatan pemahaman konsep siswa pada rata-rata indikator saat pretest dan pembelajaran sebesar 75,95%.
Endang , Susilowati. 2014. Kimia untuk SMA/MA kelas X. Jakarta: Erlangga.
Hamalik, Oemar. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Hamalik. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Hidayat, Azis. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Gramedia.
Joesmani. 1988. Prestasi Belajar. Jakarta : Erlangga.
Lesiana Sari, 2017. Peningkatan Pemahaman Konsep Hasil Kali Kelarutan Pasca Pembelajaran Menggunakan LKS-Latihan Soal Terstruktur pada Siswa Kelas XII IPA SMA Kristen Palangka Raya Tahun Ajaran 2016/2017. Kemampuan belajar siswa memahami konsep Hasil Kali Kelarutan dengan pembelajaran langsung sebesar 49,65%, setelah pembelajaran menggunakan LKS-Latihan Soal Tersturktur meningkat menjadi 89,69%.
Mairing, Jackson Pasini. 2017. Statistika Pendidikan. Yogyakarta : CV. Andi Offest.
Majid, Abdul. 2015. Strategi Pembelajaran. Bandung : Rosda
Nazir, Moh. 2014. Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia.
Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta : Diva Press.
Purwanto. 2011. Statistika untuk Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Sastra, Eric. 2010. Pembelajaran “Blended Learning”. Diunduh pada Tanggal 10 Desember 2017 dari
Slameto. 2011. Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Erlangga.
Tim Penulis Buku Pedoman Skripsi FKIP UPR. 2017. Pedoman Penulisan Skripsi. Palangka Raya: Universitas Palangka Raya.
Trianto. 2009. Mendesain Modul Pembelajaran Inovatif-Progresif. Surabaya: Kencana Prenada Media Group.
Winda Oktariana, 2012. Pemahaman Konsep Ikatan Kimia Siswa Kelas X SMKN-1 Palangka Raya Tahun Ajaran 2014/2015 Hasil Pembelajaran Menggunakan LKS-Penyelesaian Soal Terstruktur. Peningkatan pemahaman konsep siswa pada rata-rata indikator saat pretest dan pembelajaran sebesar 50,95%.
Wulandari, Erna Tri, dkk. 2016. Kimia Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam SMA/MA Kelas X. Klaten: Intan Pariwara.
Share:

Pengembang

Pengembang

Statistik Pengunjung

Post Populer

ANGGOTA

Ads

Post Terbaru